TERAS7.COM – UPTD Balai Perlindungan Tanaman Kabupaten Tabalong menghadirkan inovasi digital POINT OPT (Portal Informasi tentang Organisme Pengganggu Tumbuhan) untuk memperluas jangkauan edukasi dan mempermudah petani memperoleh informasi terkait hama serta penyakit tanaman.
Melalui inovasi tersebut, informasi mengenai pencegahan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dapat diakses masyarakat secara lebih mudah tanpa harus bergantung pada penyampaian secara tatap muka.
Informasi POINT OPT disebarluaskan melalui media sosial, salah satunya akun Instagram @bptphtabalong. Materi dikemas dalam bentuk infografis, video tutorial, hingga poster digital agar lebih mudah dipahami dan dapat diakses kapan saja.
Ketua UPTD Balai Perlindungan Tanaman Kabupaten Tabalong, Dony Tugas Prasetyo, mengatakan inovasi tersebut tidak hanya bertujuan menyebarkan informasi, tetapi juga mendorong petani lebih waspada terhadap potensi serangan hama dan penyakit tanaman.
“Tujuan utamanya adalah mengubah informasi menjadi pengetahuan, hingga akhirnya mendorong kewaspadaan serta tindakan nyata petani di lapangan dalam melindungi tanaman mereka,” terang Dony.
Materi yang disajikan mencakup pengenalan OPT, deteksi gejala serangan sejak dini, hingga penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
POINT OPT juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan musuh alami serta penggunaan pestisida secara bijaksana. Selain itu, platform tersebut dimanfaatkan untuk mempublikasikan dokumentasi kegiatan petugas di lapangan sebagai bagian dari keterbukaan informasi dan layanan publik.
Inovasi POINT OPT turut berjalan berdampingan dengan layanan digital lainnya, seperti Lapor Paman. Integrasi tersebut membuka ruang komunikasi dua arah antara petugas dan masyarakat tani, sehingga berbagai kendala pertanian dapat disampaikan secara lebih cepat dan responsif.
Dengan pemanfaatan platform digital tersebut, UPTD Balai Perlindungan Tanaman Kabupaten Tabalong berharap akses informasi mengenai perlindungan tanaman semakin luas, sekaligus membantu petani mengambil langkah lebih cepat dalam mencegah dan menangani serangan OPT di lapangan.