TERAS7.COM -Musda Mejelis Ulama Indonesia (MUI) hendaknya dapat sejalan dan mampu disinergikan dengan upaya pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan visi misi pembangunan Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Demikian diutarakan Bupati Batola H Bahrul Ilmi saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Kuala Kuala di Aula Selidah Setdakab Batola, Sabtu (08/11).
“Harapan saya pelaksanaan musda nantinya selain melahirkan regenerasi kepemimpinan yang handal yang memenuhi kriteria juga mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan informasi sekarang,” ucap bupati melalui Kepala BPKAD Kabupaten Batola H Fuad Syech SSTP MAP.
Bupati juga berharap melalui musda mampu melahirkan berbagai rumusan program dan kegiatan yang terukur dan terarah dalam mencapai tujuan utama MUI.
Bupati mengutarakan, MUI memiliki peran sangat penting dalam sejarah umat Islam Indonesia yang mewadahi para ulama dan cendikiawan muslim untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin.
Keberadaan MUI, lanjutnya, sangat membantu pemerintah melakukan hal-hal yang menyangkut fatwa dalam kehalalan makanan, penentu kebenaran sebuah aliran dalam agama Islam dan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seorang penganut agama Islam dengan lingkungannya.
“Fungsi paling nyata MUI adalah menciptakan hubungan harmonis intern umat Islam dan antar umat beragama termasuk umat Islam dengan pemerintah,” ucap bupati.
Sebelumnya, Ketua MUI Provinsi Kalsel KH Husin Nafarin Lc MA melalui Sekretaris Umumnya Dr H Hasbullah SHi SH MH, mengatakan, MUI sebagai mitra pemerintah wajib hukumnya untuk selalu mendorong segala program dari pemerintah baik di bidang pembangunan kesehatan dan pendidikan, bahkan itu harus secara intensif dilakukan MUI melalui himbauan-himbauan.
Dikatakan Hasbullah, secara eksternal dalam konteks keamanan MUI harus mendukung kegiatan keamanan yang dilaksanakan baik yang dilakukan polres, TNI maupun dari kementerian agama melalui program yang baik.
Sedangkan secara internal, lanjut Hasbullah, musda merupakan forum tertinggi yang hendaknya membicarakan salah satu program yang dibahas terkait kepengurusan mulai dari ketua, dewan pertimbangan, wakil-wakil ketua hingga hingga kelengkapan struktur lainnya.
Selain itu, terkait musda juga harus membahas terkait keorganisasian, konsolidasi, rekomendasi-rekomendasi hingga program kerja.
Khusus terkait program kerja, pesan Sekretaris Umum MUI Kalsel ini, disusun tidak mutlak mencontoh dari tingkat pusat dan provinsi namun memprioritaskan program yang dapat dilaksanakan dengan baik.
“Ini salah satu substansi dari musda yang dilaksanakan baik di tingkat kabupaten, provinsi bahkan di tingkat pusat,” tutur Hasbullah.
Hasbullah berharap MUI memiliki peran di tengah masyarakat mengingat lembaga ini merupakan kumpulan ormas-ormas Islam, para ulama, para tokoh, dan para cendikiawan muslim yang tentunya harus menjadi figur perekat yang mampu menjadi penyambung antara umara dan masyarakat serta bisa mengklerkan segala peristiwa konflik di tengah masyarakat.
Musda XI MUI Batola periode 2025-2030 ini dihadiri 142 peserta yang berasal 73 dari MUI kabupaten, 51 peserta kecamatan, 7 ormas, 4 dari ponpes, 5 tokoh masyarakat, dan 2 dari dewan pertimbangan.