TERAS7.COM – PT Sebuku Sejaka Coal (SSC) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui program kemitraan desa berkelanjutan. Perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Desa Bekambit, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru ini, meluncurkan program budidaya ikan nila dan ikan gabus (haruan) di dua desa, yakni Desa Bekambit Asri dan Desa Bekambit.
Program ini mengusung pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis kelompok dan melibatkan 28 nelayan lokal sebagai pelaksana utama.
Di Desa Bekambit Asri, budidaya ikan nila dilaksanakan menggunakan sistem bioflok. Sebanyak 16 anggota kelompok bertanggung jawab mengelola empat dari total 12 kolam bundar berdiameter 4 meter, dengan masing-masing kolam berkapasitas 2.000 ekor benih ikan nila. Secara keseluruhan, program ini menargetkan penebaran 24.000 ekor benih.
Sementara itu, di Desa Bekambit, budidaya ikan gabus melibatkan 12 nelayan lokal yang mengelola 12 kolam bundar berdiameter 6 meter. Setiap kolam menampung 2.500 ekor benih ikan gabus, sehingga total mencapai 30.000 ekor.
Program ini diharapkan menjadi sumber penghasilan alternatif dan berkelanjutan bagi masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada hasil tangkapan laut.
Pelaksanaan program dilakukan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang didanai dan difasilitasi oleh tim CSR PT SSC. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Kalimantan Selatan, Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, serta dukungan aktif dari Forkopimcam Pulau Laut Timur.
Syarifuddin, perwakilan manajemen PT SSC, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal seperti budidaya ikan merupakan langkah strategis untuk menciptakan kemandirian desa dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari rangkaian program berkelanjutan yang akan terus dikembangkan perusahaan.
Di sisi lain, Hilmi Abdullah dari tim CSR PT Sebuku Tanjung Coal (STC), memberikan apresiasi atas sinergi program antarperusahaan. Ia juga mengungkapkan bahwa PT STC saat ini tengah mengembangkan program budidaya maggot di Desa Betung.
“Maggot ini sangat potensial sebagai pakan ramah lingkungan untuk sektor perikanan dan peternakan, sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah organik,” jelasnya. Hilmi berharap inisiatif serupa dapat diperluas ke desa-desa lain, disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Plt Camat Pulau Laut Timur, Leilaneranti Arsyana, menyambut baik keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan desa.
“Program ini adalah bentuk nyata kolaborasi dan partisipasi perusahaan dalam penguatan ekonomi lokal. Kami berharap program ini dapat direplikasi di desa-desa lainnya,” ucapnya.
Kepala Desa Bekambit Asri, Sutrisno, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan program budidaya ikan nila yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakatnya yang mayoritas bergantung pada sektor perikanan.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT SSC atas perhatian dan dukungannya kepada warga kami. Program budidaya ikan nila berbasis bioflok ini tidak hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian,” ujar Sutrisno.
Ia menegaskan bahwa pemerintah desa siap mendukung keberlanjutan program ini melalui pendampingan lokal dan pelibatan aktif masyarakat.
“Kami berharap program seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Jika berhasil, Bekambit Asri bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi perikanan darat berbasis kelompok,” tutupnya.