TERAS7.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan LSM formula yang dipimpin oleh Ketua Komisi III Denny Hendro Kurnianto.
Dalam kesempatan itu, Denny menyampaikan terdapat beberapa hal yang menjadi bahan RDP yang diajukan oleh LSM formula. Satu di antaranya adalah mengenai PLN Kotabaru.
“Ada 3 hal yang menjadi bahan RDP yaitu : Dana kompensasi STC senilai 700 miliar rupiah (1), PLTU Sigam (2), dan permasalah banjir,” jelas Denny dengan singkat.
Disampaikan oleh anggota rapat adanya aliran listrik yang terputus-putus di luar kewajaran. Listrik padam hingga 4 Kali dalam 1 hari menimbulkan keluhan sebagian masyarakat.
Hal itu dijelaskan oleh Asisten perencanaan UP3 PLN Kotabaru, Aris Aprianto bahwasanya padamnya listrik ada 2 (dua) alasan/penyebab yaitu ; padam yang terencana dan tidak terencana.
Padam terencana seperti disebabkan adanya pemeliharaan jaringan baik dari pohon yang mau mendekati kabel maupun peralatan yang memang perlu di ganti/diperbaiki.
Sedangkan yang tidak terencana seperti disebabkan karena hujan deras, angin kencang dan juga karena gangguan binatang sehingga menyebabkan listrik padam dengan tiba-tiba.
Adapun yang spesifik, lanjut Aris, daerah yang sering padam sebagaimana disebut anggota rapat di atas.
Aris berharap masyarakat dapat memberikan masukan kepada pihak PLN untuk dapat segera disikapi nya. Terlebih PLN kini sudah memiliki aplikasi yang dapat digunakan pelanggan untuk mengadu sesegera mungkin melalui aplikasi tersebut ketika terjadi gangguan sewaktu-waktu.
“Daerah yang sering padam ya kita minta masukannya, kami juga punya aplikasi PLN mobil, yang di situ pelanggan bisa mengadu langsung menggunakan aplikasi itu,” jelas Aris usai RDP.
Terkait dibeberapa wilayah yang seringkali mati bahkan hingga 4 kali dalam sehari, pihaknya akan melakukan kroscek dan sinkronisasikan data serta perlu adanya klarifikasi.
“Kalau mati sampai 4 kali nanti dikroscek dan sinkronisasi data. Mungkin perlu di klarifikasi, siapa tahu itu hanya padam-padam lokal yang hanya di sekitar rumah atau di sederetan situ saja,” tambah Aris.
Lanjut kata Aris, untuk pemadaman biasa durasi hingga 4 jam, tapi ketika ada kendala cuaca atau kendala lain ya menyesuaikan.
“Tapi kami mohon pengertiannya kepada masyarakat, dengan pemadaman yang kami lakukan itu bertujuan untuk memperkuat jaringan listrik kita supaya lebih nyaman dalam melayani masyarakat,” tutupnya.
RDP dihadiri oleh Dinas PUPR, BPBD, PT. STC dan beberapa anggota DPR lainnya.