TERAS7.COM – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) memang belum bergulir, namun untuk jenjang sekolah kejuruan, kegiatan praktek mengharuskan peserta didik melakukan pembelajaran secara tatap muka.
Bagaimana dengan kondisi peserta didik sekolah kejuruan yang melakukan pembelajaran praktek tatap muka, apakah sejauh ini tidak ada hambatan apapun, atau laporan terpapar virus Covid-19 ?.
Saat ditanyakan perihal ini, Kepala Bidang Pembinaan (Kabid) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, H Syamsuri menyatakan bahwa hingga sampai saat ini, pembelajaran praktek tatap muka yang sudah dilaksanakan tidak ada hambatan apapun.
“Sejauh ini mulai dari bulan November kemarin sampai sekarang, Alhamdulillah efektif, tidak ada laporan hambatan,” ujarnya kepada jurnalis Teras7.com pada Senin (22/03/2021).
Hal tersebut menurut Syamsuri, karena setiap sekolah kejuruan yang melaksanakan pembelajaran praktek tatap muka diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.
“Seperti jumlah peserta didiknya dibatasi, harus memakai masker. Selain itu, ada pengaturan peralatan, misalnya satu siswa, satu alat dan jarak antara siswa yang satu dengan yang lain, paling tidak 1 meter,” ucapnya.
Misalkan nantinya ada laporan guru yang terpapar virus Covid-19 dari lingkungan luar sekolah, ia menyarankan agar tenaga pendidik tersebut untuk tidak mengajar ke sekolah terlebih dahulu.
Pembelajaran praktek tatap muka sendiri tidak semua sekolah kejuruan melaksanakan, namun hanya sebagian. Penyebabnya menurut Syamsuri ialah pihak sekolah bersangkutan masih menunggu habisnya materi tahun ajaran saat ini.
Adapun untuk jangka waktu pembelajaran praktek tatap muka di sekolah kejuruan, disampaikan Kabid SMK Disdikbud Kalsel ini pihaknya harus membatasi.
“Kita batasi, paling tidak dari jam 8 – 10 pagi. Selanjutnya dari jam 10 – 12 siang,” terangnya.
Peserta didik yang sudah selesai melakukan kegiatan praktek tatap muka di sekolah diharapkannya untuk tidak berkumpul-kumpul, sebaiknya segera pulang ke rumah masing-masing. Hal itu demi meminimalisir terpapar virus Covid-19.
Sementara itu, Risna salah seorang masyarakat Banjarbaru mengganggap hal wajar bila sekolah kejuruan melakukan pembelajaran praktek secara tatap muka, namun hal tersebut bukan berarti sekolah abai terhadap protokol kesehatan.
“Wajar saja SMK prakteknya tatap muka, tapi jangan sampai protokol kesehatan diabaikan, nanti bukannya menekan malah menambah angka positif Covid-19,” tandasnya.