TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Banjar menargetkan peningkatan prestasi di bidang kearsipan dengan membidik posisi tiga besar nasional pada tahun 2026, setelah sebelumnya berhasil menembus lima besar nasional berdasarkan hasil evaluasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Target tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemberdayaan Kapasitas Kearsipan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar di Hotel Aeris, Banjarbaru, Selasa (23/6/2026).
Kepala Dispersip Kabupaten Banjar, Hj Kencana Wati, mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di seluruh perangkat daerah.
“Berdasarkan hasil audit kearsipan tahun lalu, sampel yang diambil dari sepuluh SKPD di Kabupaten Banjar menunjukkan hasil yang positif, dengan rata-rata nilai B dan bahkan beberapa di antaranya berhasil meraih nilai A,” ujarnya.
Menurut Kencana, melalui sinergi antara Lembaga Kearsipan Daerah, unit pengolah di setiap SKPD, serta pembinaan berkelanjutan dari ANRI, Kabupaten Banjar optimistis mampu meningkatkan prestasi hingga masuk tiga besar nasional tahun ini.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dian Marliana, mengatakan keberhasilan pengelolaan arsip bukan hanya menjadi tanggung jawab Dispersip, tetapi juga seluruh unit kearsipan dan unit pengolah di setiap perangkat daerah.
“Keberhasilan ini tentu saja tidak bertumpu pada Dispersip saja, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif unit kearsipan di tingkat dinas dan unit pengolah di setiap bidang atau seksi,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkab Banjar terus mendorong perbaikan tata kelola arsip melalui penguatan sinergi, percepatan penerapan aplikasi Srikandi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, perlindungan arsip vital, serta kepatuhan terhadap norma dan standar kearsipan.
Dalam kesempatan yang sama, Arsiparis Ahli Muda ANRI, Andriea Salamun, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam membangun tata kelola arsip yang modern. Menurutnya, Banjar menjadi salah satu pemerintah daerah pertama yang menerapkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dengan tingkat transaksi arsip elektronik yang tinggi.
ANRI juga berharap Kabupaten Banjar mampu mengulang prestasi sebagai peringkat pertama tata kelola kearsipan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang pernah diraih pada 2022, sekaligus meningkatkan capaian di tingkat nasional.