TERAS7.COM – Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN 2 Semayap setelah menerima laporan dari sejumlah orang tua murid terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai standar.
Sidak tersebut dilaksanakan pada Selasa (3/3/2026) sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat mengenai kualitas makanan yang dibagikan kepada para siswa.
Dalam kegiatan tersebut, Abu Suwandi didampingi anggota Komisi II DPRD Kotabaru, M. Zaini, serta anggota Komisi III, H. Abdul Kadir.
Menurut Abu Suwandi, sidak dilakukan untuk memastikan secara langsung kondisi di lapangan setelah banyaknya laporan dari orang tua murid mengenai menu MBG yang dianggap tidak layak.
“Banyak keluhan dari orang tua murid terkait menu MBG yang dinilai tidak layak. Karena itu kami dari DPRD Kabupaten Kotabaru langsung turun ke lokasi untuk melihat secara langsung,” ujarnya.
Dari hasil pantauan di lapangan, menu MBG yang dibagikan kepada siswa terdiri dari satu potong roti tawar, dua buah kurma, abon ayam, dan sepotong kecil tempe.
Abu Suwandi menegaskan, DPRD Kotabaru berencana melanjutkan sidak ke sejumlah sekolah dasar lainnya di daerah tersebut guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
“Kami tidak hanya melakukan sidak di SDN 2 Semayap. DPRD Kotabaru sepakat untuk melakukan pengecekan di beberapa sekolah lain guna memastikan program ini benar-benar berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Ia menambahkan, program Makan Bergizi Gratis merupakan program unggulan Presiden yang harus dipastikan pelaksanaannya berjalan baik dan memberikan manfaat bagi para siswa.
Sementara itu, anggota DPRD Kotabaru dari Komisi III, H. Abdul Kadir, mengatakan sidak tersebut juga merupakan bentuk pengawasan DPRD agar program pemerintah dapat berjalan sesuai tujuan.
“Kami sebagai wakil masyarakat berkewajiban turun langsung memastikan kebenaran laporan yang disampaikan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dalam sidak tersebut DPRD tidak fokus pada siapa penyedia makanan, melainkan ingin melihat secara langsung kualitas menu yang diberikan kepada para siswa.
“Kami tidak ingin mengetahui siapa pemilik dapur atau penyedia makanan. Yang jelas kami ingin melihat langsung seperti apa menu yang diberikan kepada anak-anak,” ucap Abdul Kadir.
Saat ini DPRD Kotabaru masih mengumpulkan berbagai data dan keterangan dari sejumlah pihak guna memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di daerah tersebut berjalan sesuai regulasi dan benar-benar memberikan manfaat bagi para siswa.