TERAS7.COM – Wakil Bupati Tapin H. Juanda menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 di Kabupaten Tapin.Hal tersebut disampaikan Juanda saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan BIAS Tahun 2026 Kabupaten Tapin, Selasa (18/8/2026).
Rakor tersebut diikuti jajaran terkait, mulai dari TP PKK Kabupaten Tapin, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, para camat, kepala puskesmas dan pengelola program imunisasi, pengawas sekolah, hingga kepala sekolah dan madrasah.
Dalam sambutannya, Juanda menyebut anak-anak sebagai generasi penerus bangsa sekaligus aset penting bagi pembangunan Kabupaten Tapin. Karena itu, menjaga kesehatan anak sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif dan berkualitas.
“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa dan aset penting pembangunan Kabupaten Tapin. Karena itu, menjaga kesehatan sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas,” ujar Juanda.
Menurutnya, melalui BIAS pemerintah memberikan perlindungan kepada anak terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pelaksanaan BIAS juga menjadi bagian dari upaya mendukung Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Juanda menilai kondisi kesehatan anak memiliki kaitan erat dengan keberhasilan proses pendidikan. Anak yang sehat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengikuti pembelajaran dengan baik dan mengembangkan potensi serta prestasinya.
Ia juga mengingatkan keberhasilan BIAS tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Dukungan sekolah, madrasah, pemerintah kecamatan, tenaga pendidik, orang tua dan masyarakat sangat diperlukan.Salah satu hal yang dinilai penting adalah membangun kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi melalui penyampaian informasi yang benar, terbuka dan mudah dipahami.
“Keberhasilan BIAS memerlukan dukungan semua pihak, terutama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui penyampaian informasi imunisasi yang benar, terbuka, dan mudah dipahami, sehingga para orang tua dan wali murid dapat memberikan dukungan secara optimal,” katanya.
Melalui rakor tersebut, Juanda berharap seluruh pihak dapat menyatukan persepsi, memperjelas tugas dan tanggung jawab, sekaligus menyusun langkah konkret dalam menghadapi berbagai kemungkinan kendala di lapangan. Ia optimistis sinergi antara Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, kecamatan, puskesmas, sekolah dan madrasah, serta dukungan orang tua dan masyarakat dapat membuat pelaksanaan BIAS 2026 berjalan lancar dengan cakupan yang optimal.
“Mari kita bersama-sama menyukseskan BIAS Tahun 2026 sebagai wujud nyata kepedulian kita terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak Kabupaten Tapin,” ajaknya.
Ia berharap seluruh ikhtiar tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap lahirnya generasi Tapin yang sehat, cerdas, unggul dan berdaya saing.“Menuju Tapin Maju, Maju Banua-Nya, Baiman Warganya,” pungkas Juanda.