TERAS7.COM – Empat lokasi di wilayah utara dan tengah di Kabupaten Tabalong dengan total luas lahan 25 hektare dicanangkan menjadi perkebunan kopi.
Empat lokasi tersebut yaitu Desa Santuun dan Desa Uwie, Kecamatan Muara Uya, masing-masing seluas 5 hektar, Desa Nawin, Kecamatan Haruai, 10 hektar dan Desa Pamarangan Kiwa, Kecamatan Tanjung, 5 hektar.
Hal itu menyusul pemberian bantuan pengembangan tanaman kopi oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tabalong.
Total bantuan yang diberikan berupa 44.000 batang bibit kopi jenis Liberika, herbisida sebanyak 100 liter, pupuk NPK 2.875 kilogram dan trico kompos 80.000 kilogram.
Kepala Bidang Sarana Disbunnak Tabalong, Anik Fatsih Wati menjelaskan, program ini merupakan upaya untuk mendukung diversifikasi tanaman sehingga para petani dapat memperoleh pendapatan yang tidak hanya bergantung pada tanaman karet, namun juga mendapatkan penghasilan dari tanaman kopi.
“Harapan besar kita arahannya kepada diversifikasi tanaman jadi kelompok atau petani pada khususnya mereka memperoleh pendapatan tidak hanya dari karet, tetapi mereka juga mendapat pendapatan nantinya dari kopi jadi arahnya supaya kesejahteraan tidak mengandalkan dari karet saja, tetapi dari tanaman kopi juga nantinya,” ujar Anik Fatsih Wati, Kabid Sarana Disbunnak Tabalong, pada Rabu (17/07/2024).
Anik menambahkan di tahun ini pihaknya juga akan melakukan pembangunan gudang kopi. 2025 Disbunnak juga akan menganggarkan bantuan alat penggiling kopi, pengering, serta alat sangrai bagi petani di wilayah Muara Uya dan Haruai.
Diketahui, saat ini tanaman kopi jenis Liberica sudah berhasil dikembangkan di Desa Santuun, Kecamatan Muara Uya.