TERAS7.COM – Tim Gugus Tugas Kabupaten Barito Kuala (Batola), Sabtu (06/06/2020), menggelar rapid test kepada para pedagang di Pasar Wangkang Marabahan.
Tim Gugus Tugas menargetkan sasaran untuk 100 orang. Namun dalam pelaksanaannya hanya 92 orang yang bersedia mengikuti rapid test ini. Meski begitu, sedikitnya telah diperoleh hasil 19 orang reaktif, masing-masing 18 orang ber-KTP Marabahan, dan 1 orang ber-KTP Barambai.Alhasil, 19 orang yang reaktif ini pun langsung menjalani tes swab, guna mengetahui apakah yang bersangkutan positif atau negatif terkonfirmasi Covid-19.
Wakil Bupati (Wabup) Batola H Rahmadian Noor ketika memantau kegiatan mengatakan, digelarnya rapid test massal dalam upaya melakukan tracing (pelacakan) terhadap warga yang mungkin terpapar Covid-19.

“Pasar merupakan salah satu yang menjadi sasaran pelaksanaan rapid test massal, dengan tujuan untuk mendeteksi sejak dini, jika diketahui hasil positif, maka dengan segera bisa dilakukan isolasi, agar tidak terjadi penyebaran yang lebih luas,” kata Wabup.
Ia menyatakan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan rapid test massal yang dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Batola ini, dimaksudkan dalam rangka menekan terjadinya penyebaran.
Bagi yang reaktif, beber Wabup, sembari menunggu hasil test swab, maka yang bersangkutan akan dilakukan isolasi
“Kita telah siapkan sejumlah tempat isolasi, baik yang ada di Batola seperti di SKB Marabahan, Mess KTM Marabahan, di Kecamatan Alalak, serta di lokasi karantina milik Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru,” paparnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kasus Covid-19 di Batola kembali terjadi penambahan. Juru Bicara (Jubir) Tanggap Darurat Covid-19 Batola, dr Hj Azizah Sri Widari menyatakan, hingga Sabtu (06/06/2020) pukul 12.30 wita keseluruhan kasus covid-19 di Batola berjumlah 313.Dari total 313 kasus itu, terangnya, terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) 58 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 6, Orang Tanpa Gejala (OTG) 162, dan Terkonfirmasi Positif 87 dengan rincian sembuh 4 orang, meninggal 1, dirawat 72 orang masing-masing di RSUD Abdul Aziz Marabahan 10, di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin 4, di Karantina SKB Marabahan 29, di Karantina Provinsi 28, di Karantina Mess KTM 1 orang dan isolasi mandiri 10 orang.
Untuk 58 ODP, beber Azizah, masing-masing dari Kecamatan Alalak 27 orang (Semangat Dalam 12 dan Berangas 15), Marabahan 9 orang (5 baru dan lama 4), Tabunganen 5, Kuripan 3, Lepasan 3 (Bakumpai), Tamban 3 (Jelapat 1), Cerbon 2, Rantau Badauh 2, Wanaraya 1, Belawang 1, Anjir Muara 1, dan Anjir Pasar 1 orang.
Yang mengagetkan, untuk 162 kasus OTG ternyata 68 orang berasal dari Kecamatan Marabahan, disusul Alalak 30 (20 Semangat Dalam dan Berangas 10), Wanaraya 14, Tamban 11, Tabunganen 7, Mandastana 6, Barambai 6, Bantuil (Cerbon) 5, Rantau Badauh 4, Belawang 4, Anjir Pasar 4, dan Lepasan (Bakumpai) 3.
Sedangkan 6 orang PDP masing-masing berasal dari Kecamatan Marabahan 3 orang, Wanaraya 2, dan Mandastana 1 orang.