TERAS7.COM – Posisi banjir yang tak kunjung surut di wilayahnya, sebanyak 29 orang warga asal Sungai Tabuk dan Lokbaintan Kabupaten Banjar memilih mengungsi di tempat keluarganya, di Desa Bahalayung Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Hal itu diungkapkan oleh Rabiyati, seorang relawan yang bertugas di Posko Induk Penanganan Banjir Kalimantan Selatan (Kalsel) Kecamatan Bakumpai.
Guru kelas yang juga merangkap sebagai Plt Kepala SDN Bandar Karya ini menerangkan, 29 orang pengungsi tersebut terdiri atas 20 orang perempuan dan 9 orang laki-laki.
“Dari 29 orang pengungsi itu, 5 orang di antaranya masih berusia anak-anak,” timpal Rabi.
Ia juga menambahkan, hingga kini, Posko di Kecamatan Bakumpai telah menyiapkan 5 buah tempat pengungsian yang lokasinya berada di 3 desa, yakni 2 buah tempat pengungsian di Desa Batik, 2 buah di Desa Bahalayung, dan sebuah di Desa Lepasan.
Tempat pengungsian itu berupa masing-masing sebuah gedung serba guna di Desa Batik dan Desa Bahalayung. Sementara sisanya, yakni masing-masing sebuah di Desa Lepasan, Desa Batik, dan Desa Bahalayung.
Pada kesempatan yang sama, Rabiyati juga membeberkan, saat ini ada sebanyak 235 pengungsi yang telah ditampung di Posko Induk Penanganan Banjir Kecamatan Bakumpai. Dengan rincian sebanyak 114 orang laki-laki dan 121 orang perempuan. Para pengungsi ini tersebar di 5 buah tempat yang sudah disiapkan pihak Kecamatan Bakumpai, yakni sebanyak 63 orang di Gedung Serba Guna Desa Batik, 23 orang di Gedung Serba Guna Desa Bahalayung, 29 orang di rumah warga/ keluarga di Desa Bahalayung, 27 orang di rumah warga/keluarga di Desa Batik, serta 93 orang di rumah warga atau keluarga di Kelurahan Lepasan.