TERAS7.COM – Sebanyak 260 peserta mengikuti Upacara Pembukaan Latihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad) Reguler Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Rindam XXII/Tambun Bungai, Kota Banjarbaru, Senin (31/08/2026).
Latihan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan Komcad sebagai salah satu unsur dalam Sistem Pertahanan Negara. Peserta berasal dari berbagai latar belakang dan golongan masyarakat yang telah mengikuti tahapan rekrutmen dan seleksi.
Komandan Rindam XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Ali Akhwan mengatakan, pembentukan Komcad menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pertahanan negara di tengah perkembangan situasi yang semakin dinamis.
“Di hadapan situasi dan kondisi saat ini, negara membutuhkan membentuk komponen cadangan,” ujar Ali Akhwan.
Ia menjelaskan, pertahanan negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. Dalam Sistem Pertahanan Rakyat Semesta, terdapat komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung.
Menurutnya, keberadaan Komcad tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan perang. Pembekalan yang diberikan selama latihan juga diharapkan dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
“Tidak hanya orientasinya langsung istilahnya perang, tapi juga bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dengan disiplin ilmu, tanggung jawab, dan latihan yang dipelajari di sini. Setelah dia kembali nanti bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Ali menyebut, para peserta memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari pengusaha, peternak hingga masyarakat yang belum bekerja. Keragaman tersebut diharapkan menjadi modal dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
Ia juga berharap latihan tersebut mampu menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, bela negara, serta wawasan kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda.
“Saat ini peserta dari berbagai macam golongan, instansi dan juga dari berbagai macam karakter masyarakat yang berbeda. Diharapkan dengan selesai pendidikan bisa menumbuhkan rasa jiwa nasionalisme yang saat ini mungkin sudah jarang dimiliki oleh generasi-generasi muda,” katanya.
Selain itu, peserta diharapkan dapat membawa nilai-nilai kedisiplinan dan semangat bela negara ke tengah masyarakat.
“Menumbuhkan lagi bela negara, disiplin, wawasan kebangsaan dan bela negara kepada masyarakat,” imbuhnya.
Dalam sambutan pembukaan, disampaikan bahwa perkembangan lingkungan strategis di tingkat global, regional maupun nasional berlangsung cepat dan dinamis. Kondisi tersebut memunculkan ancaman yang semakin kompleks dan multidimensional, baik berupa ancaman militer, nirmiliter maupun hibrida dari dalam maupun luar negeri.
Situasi tersebut menuntut kesiapan seluruh kekuatan nasional yang terorganisasi, terarah dan berkelanjutan untuk menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI serta keselamatan bangsa.
Dalam Sistem Pertahanan Negara, Komcad bersifat sukarela dan dilandasi kesadaran serta komitmen untuk turut serta dalam usaha pertahanan negara.
Pembentukan Komcad dilaksanakan secara bertahap, mulai dari rekrutmen dan seleksi, Latihan Dasar Kemiliteran hingga penetapan sebagai anggota Komcad.
Komcad dapat digunakan dalam menghadapi ancaman militer dan ancaman hibrida. Namun, penggunaannya dalam suatu operasi militer dilakukan berdasarkan keputusan politik pemerintah, yakni Presiden dengan persetujuan DPR.
Dalam pelaksanaan tugas, komando dan kendali Komcad berada di bawah Panglima TNI sehingga anggota Komcad tidak melakukan kegiatan secara mandiri.
Ali menegaskan, melalui latihan tersebut para peserta diharapkan memiliki bekal dasar dalam mendukung pertahanan negara sekaligus memberikan manfaat positif ketika kembali menjalani aktivitas di tengah masyarakat.
“Kalau masyarakat mencintai tanah air dengan kuat, jiwa nasionalisme yang kuat, dalam kehidupan akan mendapat sejahtera dan sesuai dengan amanat undang-undang,” pungkasnya.