TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Tapin terus mendorong sasirangan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi sumber ekonomi masyarakat. Melalui Pelatihan Diversifikasi Kain Sasirangan yang digelar Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin, sebanyak 80 peserta dibekali keterampilan mengolah sasirangan menjadi berbagai produk kreatif bernilai jual tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Triguna Rantau selama empat hari, 15 hingga 18 Juni 2026, dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Tapin Hj Faridah Yamani.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Tapin Hj Faridah Yamani mengatakan sasirangan memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih besar apabila dikembangkan melalui inovasi produk dan kreativitas desain.
Menurutnya, tren pasar saat ini tidak lagi hanya membutuhkan kain sasirangan dalam bentuk pakaian, tetapi juga berbagai produk turunannya yang memiliki fungsi dan nilai tambah.
“Ini peluang yang harus dimanfaatkan. Sasirangan memiliki identitas budaya yang kuat. Jika dikemas dalam produk kreatif yang menarik, nilai jualnya tentu akan semakin tinggi,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Faridah menilai pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku usaha dan pengrajin, agar mampu menghasilkan produk yang lebih variatif serta sesuai kebutuhan pasar.
Ia mendorong para peserta untuk tidak hanya menjadikan pelatihan sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai bekal membangun usaha yang berkelanjutan.
“Kami ingin peserta tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga melihat peluang bisnis di baliknya. Dengan begitu sasirangan bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi keluarga,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dan praktik pembuatan berbagai produk berbahan sasirangan, mulai dari tas, aksesori, hingga kerajinan tangan yang memiliki nilai komersial.
Pemerintah Kabupaten Tapin optimistis pengembangan produk turunan sasirangan akan memperluas pasar kerajinan lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah di tengah pertumbuhan industri kreatif.
Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir lebih banyak pelaku usaha kreatif yang mampu mengubah kain sasirangan menjadi produk unggulan bernilai ekonomi, tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.