TERAS7.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyelenggarakan kegiatan pemanfaatan pangan lokal yakni praktek pembuatan bakso dari ikan patin terhadap emak-emak di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat.
Para ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Nilam ini belajar membuat bakso ikan mulai dari pemilihan bahan baku ikan patin, cara mengambil daging ikan, menghaluskan, mencampur bumbu, mencetak menjadi bulatan hingga merebusnya.
Mereka antusias mendengarkan arahan dari praktisi pembuat bakso ikan yang sudah berpengalaman, Yulputri owner Danish Kitchen.
Kepala DKPP Banjar Sipliansyah Hartani menerangkan kegiatan pemanfaatan pangan lokal menjadi olahan dimaksudkan untuk mewujudkan desa mapan pangan.
“Desa Sungai Rangas Hambuku merupakan salah satu sentra produksi ikan patin, sehingga sangat pas jika desa ini juga bisa mengolah ikan tersebut menjadi pangan olahan misalnya bakso ikan,” terangnya.
Dia berharap dengan adanya kegiatan tersebut para ibu terbiasa dalam memanfaatkan pangan lokal di sekitarnya dalam mencukupi gizi keluarga. Bahkan mungkin bisa dijadikan usaha komersil guna menambah penghasilan mereka.
Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan M. Hamdani menambahkan kegiatan pengolahan bakso ikan patin diikuti sebanyak 20 ibu yang tergabung dalam KWT Nilam.
“Kegiatan pemanfaatan pangan lokal berupa pembuatan bakso ikan ini sesuai dengan keinginan kelompok yang mengajukan proposal kepada kami,” jelasnya.
Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan BPP Kecamatan Martapura Barat dalam melaksanakan program ini. Bagaimana KWT Nilam bisa terus dibimbing dan diarahkan dalam pemanfaatan pangan lokal.
Ketua KWT Nilam Nurjannah mengaku setelah praktek pembuatan bakso ikan dia memahami trik dan kiat bagaimana membuat bakso ikan yang enak.
“Biasanya bakso ikan itu agak amis namun kini kami sudah tahu bagaimana cara mengatasi bau amis tersebut. Terima kasih kepada narasumber dan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan,” imbuhnya.