TERAS7.COM – Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan sektor perikanan, khususnya budidaya udang vaname dan udang windu (black tiger). Komitmen ini menjadi bagian dari program kerja 100 hari pertamanya sebagai Bupati.
Langkah konkret ditunjukkan melalui pengembangan lahan percontohan budidaya udang di Balai Benih dan Kesehatan Ikan (BBKI) milik Dinas Perikanan, yang berlokasi di Desa Gedambaan, Kecamatan Pulau Laut Sigam, pada Minggu (18/05/2025). Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Melalui program ini, Dinas Perikanan turut memberikan stimulan bagi petambak dan pembudidaya agar dapat meningkatkan produktivitas budidaya udang secara signifikan. Program ini juga sejalan dengan misi percepatan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru.
“Ketahanan pangan tidak hanya berkutat pada beras atau hasil pertanian, tetapi juga dari sektor perikanan. Udang merupakan salah satu komoditas unggulan kita, dan potensinya sangat luar biasa jika dikelola dengan optimal,” tegas Bupati Rusli.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati turut meninjau langsung lokasi pembenihan udang dan didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan Khairi Fajri serta Sekretaris Dinas Sarawani. Kehadiran mereka disambut hangat oleh para pegawai UPTD BBKI.
Kunjungan ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kotabaru dalam mengembangkan sektor perikanan sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petambak serta nelayan.
“Ketahanan pangan dimulai dari tindakan nyata. Hari ini saya meninjau langsung proses pembenihan udang, karena dengan benih berkualitas hasil pembenihan mandiri, produksi udang kita akan meningkat. Harapannya, para petambak bisa lebih sejahtera,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muhammad Rusli juga melakukan panen parsial udang vaname dan windu. Sistem panen parsial ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan (biomassa) di tambak, sehingga udang yang tersisa dapat tumbuh lebih maksimal.