TERAS7.COM – Tak semua sekolah punya akses mudah ke museum, apalagi yang berada di daerah pelosok. Untuk itu, Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) kembali menghadirkan program “Museum Masuk Sekolah” dengan menyasar sekolah-sekolah yang jauh dari jangkauan.
Kegiatan edukatif ini berlangsung di berbagai daerah di Kalimantan Selatan, dan Tapin menjadi titik penutup dalam tahap kedua program tersebut.
“Program Museum Masuk Sekolah ini kami prioritaskan bagi sekolah-sekolah yang bahkan mungkin belum tahu apa itu museum,” ujar Arry Risfansyah, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel saat kegiatan berlangsung di Rantau, Tapin, Kamis (16/5/2025).
Jika tahun lalu program ini mengangkat tema ukiran tradisional pada kumpang parang (sarung senjata), tahun ini fokusnya berbeda. Siswa diajak mengenal cara merawat koleksi logam, khususnya senjata tradisional yang menjadi koleksi penting di Museum Wasaka.
“Kami ingin siswa tidak hanya tahu nilai sejarahnya, tapi juga bagaimana melestarikan benda-benda budaya tersebut,” tambah Arry.
Sementara itu, Slamet Hadi Triyanto, pemateri dari Museum Wasaka menjelaskan, senjata dipilih karena erat kaitannya dengan semangat perjuangan rakyat Kalimantan Selatan, yang menjadi latar belakang berdirinya museum ini.
Tak hanya penyuluhan, siswa juga diajak langsung menyaksikan demonstrasi perawatan koleksi logam, mulai dari membersihkan karat hingga proses pelapisan pelindung.
“Dengan melihat langsung prosesnya, siswa jadi tahu bahwa merawat warisan budaya itu penting dan bisa dilakukan dengan cara sederhana,” ujar Slamet.
Ia berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi pengalaman sekali datang, tapi bisa menumbuhkan kesadaran baru tentang pentingnya museum sebagai ruang belajar yang hidup dan menyenangkan.