TERAS7.COM – Aplikasi “Mantra Manis” yang dikembangkan Bappedalitbang Kabupaten Banjar bukan aplikasi layanan langsung, melainkan alat tata kelola pemerintahan untuk perencanaan jangka panjang. Hasilnya baru bisa diukur dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Demikian dijelaskan oleh Abdi Darmawan, inovator aplikasi sekaligus Penelaah Teknis Kebijakan Bappedalitbang Banjar, saat menjadi narasumber dalam talkshow “Sianida” di Radio Suara Banjar, Rabu (28/5/2025).
“Mantra Manis adalah metode peramalan yang menjadi alat bantu pengambilan keputusan terarah di masa depan. Keberhasilannya diukur dari pencapaian target dalam jangka panjang,” ujar Abdi.
Inovasi yang didaftarkan sejak Maret 2023 ini telah melewati proses uji coba selama satu tahun sebelum digunakan dalam dokumen perencanaan pemerintah daerah.
Meski menghadapi kendala terutama di bidang sumber daya manusia, Abdi mengungkap dukungan pimpinan sangat membantu pengembangan aplikasi yang menggabungkan data historis dan metode analitik modern, seperti metode kualitatif dan elastisitas.
“Pengaruh berbagai sektor lain sangat menentukan target yang tepat sasaran bagi masyarakat,” jelasnya.
Aplikasi ini awalnya menjadi pilot project di Bappedalitbang dan kini mulai digunakan di SKPD lain. Ke depan, Bappedalitbang berencana berkolaborasi dengan Dinas Kominfo untuk pengembangan fitur agar aplikasi bisa dipakai di kecamatan dan lebih mudah diakses.
Selama berjalan, aplikasi Mantra Manis membantu SKPD dalam menghitung indikator keberhasilan dan capaian, sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih tepat.
Bappedalitbang juga rutin mengadakan pelatihan peningkatan SDM bagi staf terkait aplikasi ini dan mengikuti pelatihan proyeksi indikator makro yang digelar Bappeda Provinsi Kalsel.