Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Suatu Ketika di Poliklinik THT
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Suatu Ketika di Poliklinik THT

Puisi
Puisi 8 Juni 2025, 04.14
Share
istockphoto 1166787788 612x612 1
Ilustrasi. (Foto : Pixabay)
SHARE

Puisi M. Amin Mustika Muda

Ruang ini terlalu terang untuk luka yang samar. Cahaya menempel di dahi pasien seperti pengakuan yang dipaksa keluar lewat formulir. Aku duduk sambil menahan napas, karena hidungku sudah tidak percaya pada udara. Yang kiri mogok. Yang kanan curiga. Setiap hembusan terasa seperti debat panjang antara paru-paru dan kenangan masa kecil yang penuh debu.

Di seberang, seorang ibu memegangi anaknya yang menangis karena telinga. Di dekat pintu, seorang lelaki muda membungkuk, memegang lehernya seolah sedang menyembunyikan sesuatu yang tumbuh dan tak diinginkan.

Bau disinfektan menusuk, tapi tidak cukup kuat untuk membuat hidungku merasa penting. Aku ingat dulu pernah mencium tanah basah setelah hujan, dan berpikir hidup ini bisa diterima. Sekarang bahkan bau nasi pun tidak bersuara. Tubuhku diam, tapi napasnya penuh debat yang tak selesai.

Mereka memanggil nama-nama dengan suara monoton. Seperti petugas stasiun yang lelah, tapi tetap harus bersuara. Setiap nama adalah sidik jari pada rekam medis. Dan kita semua ingin tahu. Apa yang salah. Kenapa telinga berdengung, tenggorokan perih, dan hidung mogok kerja seperti buruh yang tak dibayar.

Baca juga :

Luka yang Diberi Irama

Hati

Memotret Ingatan

Aku ingin menjelaskan bahwa aku tidak hanya sakit fisik. Aku juga lelah mencium kekosongan. Tapi tidak ada kolom untuk itu di formulir pendaftaran.

Di balik tirai biru, seseorang mengetuk-ngetuk stetoskopnya. Mungkin sedang menebak siapa yang akan ia temukan hari ini. Penderita sinusitis atau penyair yang kehabisan metafora.

Dan Aku bukan pasien. Aku adalah puisi yang tersumbat di lubang hidung kanan. Dan siapa pun yang memeriksa hari ini, semoga ia cukup sabar menyimak absurditas tubuh yang terlalu banyak menyimpan diam.

2025

M. AMIN MUSTIKA MUDA, Gemar membaca dan menulis fiksi serta puisi. Bermukim di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Beberapa karyanya pernah dimuat di media massa dan buku antologi. Menerbitkan buku puisi: Layang-layang Raksasa Sangkut di Atas Pohon Durian (Tahura Media 2016).

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

20260721 095341
Bibit Pemain Sepak Bola Siap Berlaga Diajang GSI Asahan 2026
20 Juli 2026, 17.54
IMG 20260720 222408
Dugaan Korupsi Seret Dinkes Kabupaten Banjar, Kejari Geledah Kantor dan Sita 48 Dokumen
20 Juli 2026, 22.34
b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48

You Might Also Like

Luka yang Diberi Irama

Hati

Memotret Ingatan

Risol Kenangan

Perahu Tua

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?