Puisi M. Amin Mustika Muda
Mungkin segalanya telah terpatri diam-diam dalam lipatan ingatan, seperti desir angin yang tak terdengar namun terasa menyusup perlahan ke celah kenangan yang tak pernah benar-benar hilang. Wajah-wajah, suara-suara, bahkan getar perasaan yang pernah singgah, kini mengendap di kedalaman sunyi, tak terucap tapi tetap hidup. Barangkali waktu telah mencatatnya di lembar-lembar rahasia yang hanya bisa dibaca hati, dan di sana, segala yang pernah ada tetap bernapas dalam senyap, menunggu disentuh oleh rindu yang datang tanpa aba-aba.
Juni 2025
M. AMIN MUSTIKA MUDA, Gemar membaca dan menulis fiksi serta puisi. Bermukim di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Beberapa karyanya pernah dimuat di media massa dan buku antologi. Menerbitkan buku puisi: Layang-layang Raksasa Sangkut di Atas Pohon Durian (Tahura Media 2016).