TERAS7.COM – Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali mengharumkan nama almamater di kancah internasional. Tim mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ULM berhasil meraih Silver Medal dalam ajang International Students Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Mataram pada 6–8 September 2025.
Tim ULM terdiri dari Cut Nadia Anne, Afifah Allisya, Salamah Sabina Balqis, dan Amanda Syakira dengan bimbingan dosen apt. Nabila Hadiah Akbar, M.Farm. dan apt. Muhammad Ikhwan Rizki, M.Farm.. Kompetisi ini diikuti oleh 132 tim mahasiswa dari berbagai negara termasuk Indonesia, Thailand, Sierra Leone, Malaysia, dan Gambia.
Kompetisi mengusung tema besar “Innovative Solutions from Young Generations for a Sustainable Future”. Tim ULM mengikuti cabang esai subtema Health dengan karya berjudul: “MicroBio EGCG: Potential Abundant Tea Stem-derived Epigallocatechin Gallate to Enhance Breast Cancer Biomarker as Early Detection via Microneedle Liquid Biopsy”.
Esai tim ULM menawarkan solusi inovatif dalam deteksi dini kanker payudara melalui pemanfaatan Epigallocatechin gallate (EGCG) yang berasal dari limbah batang tanaman teh. Konsep ini menggabungkan teknologi microneedle dan liquid biopsy untuk meningkatkan sensitivitas biomarker.
Lewat bimbingan dan dukungan yang diberikan sejak tahap penentuan tema pada Mei hingga final presentasi pada September, menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung riset mahasiswa berbasis isu kesehatan global. Tim ULM berhasil menyisihkan ratusan peserta hingga meraih Silver Medal, sebuah capaian yang membuktikan kualitas akademik dan inovasi mahasiswa ULM di tingkat internasional.
Ketua Prodi Farmasi ULM, Muhammad Ikhwan Rizki, mengaku bangga atas capaian tersebut. “Prestasi ini menunjukkan daya saing mahasiswa ULM yang mampu bersaing di tingkat internasional. Apalagi pesertanya berasal dari berbagai negara,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, serta Dekan FMIPA, Prof. Abdul Gafur, yang memberikan dukungan penuh, termasuk pendanaan kegiatan. “Tentu capaian ini juga berkat kerja keras mahasiswa dan peran dosen pendamping. Harapannya, prestasi internasional seperti ini bisa terus ditingkatkan,” tambahnya.
Ikhwan menjelaskan, sebelum berangkat ke kompetisi, mahasiswa melalui proses seleksi internal. Hanya peserta dengan kemampuan menulis ilmiah serta penguasaan bahasa Inggris yang baik yang dipilih mewakili program studi. Setelah naskah dinyatakan lolos, tim melaju ke babak 16 besar dan akhirnya berhasil membawa pulang Silver Medal.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Semoga menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi,” pungkasnya.
Kemenangan ini menegaskan posisi ULM sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong mahasiswanya untuk berkompetisi di level global. Selain memberi kontribusi akademik, prestasi ini juga mencerminkan dedikasi ULM dalam mengembangkan penelitian yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.