Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: LAGI! Mahasiswi ULM Raih Peringkat 2 Internasional Dengan Inovasi Nano-Gum dari Limau Kuit
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

LAGI! Mahasiswi ULM Raih Peringkat 2 Internasional Dengan Inovasi Nano-Gum dari Limau Kuit

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 29 Oktober 2025, 21.41
Share
IMG 0514 696x522 1 e1761760135331
Dua mahasiswa Program Studi Farmasi, Ira Qadariah dan Ashaku Dioktara, berhasil meraih Juara 2 kategori Industrial Biotechnology Subtheme dalam International Essay Competition (IEC) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang pada 22 Oktober 2025. Foto: Ist
SHARE

TERAS7.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dua mahasiswa Program Studi Farmasi, Ira Qadariah dan Ashaku Dioktara, berhasil meraih Juara 2 kategori Industrial Biotechnology Subtheme dalam International Essay Competition (IEC) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang pada 22 Oktober 2025.

Dalam ajang esai ilmiah tingkat internasional tersebut, tim ULM mengusung ide inovatif berjudul “DENTAL-NALIKU: An Innovation in Dental Caries Prevention Based on Nano-Gum from Limau Kuit Peel Through the Application of Green Technology to Realize Indonesia Emas 2045.”

Gagasan ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya angka penderita karies gigi — penyakit yang menurut data global menyerang 60–90% anak-anak dan hampir 100% orang dewasa. Di Indonesia sendiri, prevalensinya mencapai 82,8% penduduk. Keterbatasan layanan kesehatan gigi di daerah pedesaan serta dominasi produk berbahan kimia impor menjadi tantangan serius bagi masyarakat.

Menjawab persoalan tersebut, Ira dan Ashaku menggali potensi lokal Kalimantan Selatan dengan memanfaatkan kulit limau kuit (Citrus hystrix) — limbah alami yang selama ini kurang termanfaatkan — sebagai bahan baku nano-gum alami pencegah karies.

Kulit limau kuit diketahui mengandung flavonoid, triterpenoid, tanin, alkaloid, dan minyak esensial yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis, dua bakteri utama penyebab kerusakan gigi.

Baca juga :

Tepis Isu Full Day School, Disdik Kabupaten Banjar Tegaskan Sekolah Tetap 6 Hari

Abdul Hadi Perluas Akses Kuliah, Program 1.000 Sarjana Balangan Kini Jangkau 3.800 Mahasiswa

Lewat Program PILAR, Mahasiswa KKN ULM Edukasi Pengelolaan Sampah ke Siswa SD

Dengan pendekatan green technology, inovasi ini tidak hanya menghadirkan solusi kesehatan mulut yang efektif dan ramah lingkungan, tetapi juga mendukung pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal secara berkelanjutan.

Seluruh presentasi ide disampaikan dalam bahasa Inggris, mencerminkan kemampuan komunikasi ilmiah dan kepercayaan diri mahasiswa ULM di tingkat global.

Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Lambung Mangkurat dalam mendorong pengembangan minat, bakat, serta potensi civitas akademika di berbagai bidang — akademik, riset, dan inovasi. ULM terus menumbuhkan budaya ilmiah dan kreativitas agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi tantangan masyarakat dan dunia.

Capaian Ira dan Ashaku menjadi inspirasi bahwa semangat inovasi dapat lahir dari kepedulian terhadap masalah di sekitar, sekaligus menjadi langkah kecil menuju Indonesia Emas 2045 — melalui karya ilmiah anak bangsa yang berpijak pada potensi lokal, namun berpandangan global.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17

You Might Also Like

Tepis Isu Full Day School, Disdik Kabupaten Banjar Tegaskan Sekolah Tetap 6 Hari

Abdul Hadi Perluas Akses Kuliah, Program 1.000 Sarjana Balangan Kini Jangkau 3.800 Mahasiswa

Lewat Program PILAR, Mahasiswa KKN ULM Edukasi Pengelolaan Sampah ke Siswa SD

Fokus Pemulihan Psikologis, ULM Ambil Langkah Sigap Kepada Kelompok KKN-LH Batulicin Irigasi

Calon Rektor ULM Cabut Nomor Urut

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?