TERAS7.COM – Upaya memperkuat pembangunan pertanian berkelanjutan kembali digencarkan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar bersama Komisi II DPRD Banjar melalui sosialisasi Perda RTRW 2021–2041 yang digelar di Pondok Pesantren Syafaat Bukhari, Desa Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan, Jumat (7/11/2025).
Sosialisasi ini ditujukan untuk memperluas pemahaman masyarakat, terutama petani dan santri, mengenai pentingnya tata ruang yang mendukung pertanian berkelanjutan serta menjaga keseimbangan pemanfaatan lahan.
Anggota Komisi II DPRD Banjar, Ali Syahbana, menegaskan bahwa Perda RTRW menjadi acuan utama dalam pengembangan wilayah yang seimbang antara permukiman, kawasan lindung, dan sektor pertanian. Ia juga menyoroti perlunya menghidupkan kembali potensi tanaman kopi di Banjar, khususnya di kawasan dataran tinggi.
“Kopi Banjar memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Penikmat kopi meningkat dan harga jualnya stabil. Jika dikelola serius, ini bisa membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Ali.
Menurutnya, kebijakan tata ruang yang tepat akan mendukung pengembangan komoditas kopi lokal sehingga dapat menjadi salah satu produk unggulan daerah.
Sementara itu, narasumber kegiatan, Haizar Rachman, memaparkan aspek teknis budidaya berbagai jenis kopi seperti Arabika, Robusta, Liberika, dan Excelsa. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh karakteristik lahan, elevasi, serta pemilihan bibit.
“Kopi Arabika idealnya tumbuh pada ketinggian di atas 800 meter dpl dengan tanah yang gembur, kaya bahan organik, dan sinar matahari cukup,” jelasnya.
Haizar juga menekankan pentingnya pemupukan organik untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus meningkatkan kualitas biji. Selain itu, teknik pemangkasan tanaman disebutnya sebagai langkah penting untuk merangsang cabang produksi, memudahkan perawatan, dan mengendalikan serangan hama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet Distan Banjar drh Lulu Vilavardi, Plt Kasubbag Umpeg Fetty Musriniwati, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Karang Intan. Para petani, pengelola lahan, dan santri yang hadir terlihat antusias mengikuti materi hingga sesi tanya jawab.
Melalui sosialisasi ini, Distan bersama DPRD Banjar berharap masyarakat semakin memahami arah pembangunan pertanian yang sejalan dengan tata ruang wilayah serta terdorong mengembangkan komoditas unggulan lokal, termasuk kopi.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertanian yang berdaya saing, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.