TERAS7.COM – Intensitas hujan di Kabupaten Balangan meningkat signifikan memasuki Desember, memicu status siaga bencana hidrometeorologi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan memperingatkan potensi banjir bandang skala lokal dan genangan, terutama di wilayah hulu sungai dan lereng curam Pegunungan Meratus.
Curah hujan di sebagian besar wilayah Balangan mencapai 100–150 milimeter per dasarian, dengan kawasan hulu dan tengah mencapai 150–200 milimeter.
“Hujan diperkirakan turun empat sampai enam hari dalam sepekan. Ini termasuk kategori tinggi, tetapi belum ekstrem,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, Senin (1/12/2025).
BPBD telah memetakan sejumlah kawasan rawan banjir bandang, termasuk Simpang Nadung, Kembang Kuning, dan Uyam di Kecamatan Tebing Tinggi. Marindi, Putat Basiun, serta Bihara Hilir di Kecamatan Awayan. beberapa titik hulu di Kecamatan Halong. Serta kantong sungai kecil di Batumandi. Potensi banjir besar dan genangan kiriman dari hulu dapat terjadi di Paringin, Paringin Selatan, Lampihong, dan Juai.
Pemerintah Kabupaten Balangan telah menetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi sejak 12 November 2025 hingga 31 Januari 2026.
Langkah-langkah kesiapsiagaan meliputi rapat koordinasi lintas sektor, apel siaga personel dan peralatan, pemasangan papan peringatan di titik rawan, monitoring debit sungai, dan edukasi kesiapsiagaan kepada masyarakat.
BPBD juga mengimbau warga untuk: Mengamankan barang penting, Memantau ketinggian air secara berkala, Menghindari aktivitas di sekitar sungai (jembatan gantung dan area rawan longsor) saat hujan deras, Memastikan jalur evakuasi dan titik kumpul dapat digunakan setiap saat, Menyiapkan tas siaga (dokumen penting, air minum, obat-obatan, dan senter).
“Semua langkah ini dilakukan agar masyarakat siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Tujuannya bukan hanya merespons bencana, tetapi menekan risikonya sejak awal,” tegas Jumaidil.