TERAS7.COM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Balangan berhasil membalikkan tren penurunan minat kunjungan perpustakaan melalui inovasi layanan terpadu “SOMBALIT Bajungkaling”.
Strategi ini menggabungkan sosialisasi literasi dengan perpustakaan keliling dan terbukti mampu meningkatkan jumlah pengunjung hampir tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Data menunjukkan, rata-rata kunjungan yang sempat terpuruk di angka 977 orang per bulan pada 2021 meningkat menjadi 1.300 pengunjung pada 2022, 1.800 pengunjung pada 2023, dan melonjak drastis menjadi 2.823 pengunjung per bulan pada 2024.
Inovator program, Erma Indriati, menyatakan bahwa lonjakan ini menunjukkan keberhasilan pergeseran strategi pelayanan. Alih-alih menunggu warga datang, dinas kini mendekatkan layanan ke titik-titik keramaian masyarakat.
“Permasalahan utamanya adalah rendahnya minat kunjung ke perpustakaan. Karena itu diperlukan inovasi yang tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi mendekatkan literasi langsung ke masyarakat,” ujar Erma di Balangan, Senin (12/01/2026).
Pelayanan SOMBALIT Bajungkaling menyasar sekolah, kelurahan, hingga ruang publik, dengan tujuan mengubah persepsi bahwa perpustakaan adalah institusi eksklusif dan sulit diakses.
“Pelayanan kami bawa langsung ke sekolah, kelurahan, dan ruang publik. Dengan begitu, bahan bacaan bisa diakses di tengah masyarakat dan minat baca dapat tumbuh,” tambah Erma.
Pada 2024, program ini semakin diperluas melalui kolaborasi dengan media massa, pelaku usaha lokal, serta tim dokumentasi khusus.
Meskipun capaian kuantitatif berupa peningkatan kunjungan telah tercapai, Erma menegaskan target utama adalah membangun kesadaran literasi jangka panjang di masyarakat.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperluas cakupan SOMBALIT Bajungkaling agar akses informasi merata bagi seluruh lapisan warga Balangan.