TERAS7.COM – Kalimantan Selatan resmi menjadi pusat lahirnya Asosiasi Guru Ngaji Indonesia (Agnia), organisasi pertama di Indonesia yang secara khusus mewadahi para guru ngaji.
Launching digelar di Asrama Haji Banjarbaru dan dihadiri perwakilan guru ngaji, hingga sejumlah tokoh pejabat seperti Anggota DPRD Banjarbaru, Emi Lasari SE, pada Jumat (13/02/2026).
Ketua Agnia, Anggi Firmansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa pembentukan asosiasi ini dilatarbelakangi kebutuhan akan pendataan dan penguatan kapasitas guru ngaji secara nasional.
“Berdasarkan data BKPRMI, Indonesia hari ini memiliki sekitar 928 ribu guru ngaji. Namun data ini tentu masih perlu kita validasi, dan insya Allah akan kita perbaiki,” ujarnya.
Ia menegaskan, setelah proses validasi dilakukan, Agnia akan fokus pada peningkatan kompetensi guru ngaji Al-Qur’an dengan mengadopsi berbagai metode pembelajaran yang telah berkembang di Indonesia.
Menurutnya, kehadiran Agnia diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menjawab tantangan literasi Al-Qur’an.
“Rata-rata angka buta huruf Al-Qur’an di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan riset Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, angkanya mencapai 72,25 persen secara nasional. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama,” jelas Anggi.
Ia berharap Agnia dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang, sehingga angka buta huruf Al-Qur’an dapat terus ditekan.
“Semoga ke depan Indonesia bisa lepas dari buta huruf Al-Qur’an,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas Agnia, H Sudian Noor, menyebut kehadiran asosiasi ini sebagai momentum penting bagi guru ngaji di Indonesia.
“Selama ini guru ngaji belum memiliki wadah nasional. Paling hanya forum di tingkat RT atau kelurahan. Dengan hadirnya Agnia, kita ingin ada organisasi yang terstruktur dan mampu meningkatkan kompetensi mereka,” ujarnya.
Ia menekankan, Agnia lahir dari Kalimantan Selatan dengan semangat memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Tagline kita jelas, ‘Dari Banua untuk Indonesia’. Artinya, gerakan ini dimulai dari Kalimantan Selatan untuk kemaslahatan yang lebih luas,” pungkasnya.