Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Populasi Kerbau di Kabupaten Banjar Menyusut, Distan Beberkan Penyebabnya
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Populasi Kerbau di Kabupaten Banjar Menyusut, Distan Beberkan Penyebabnya

Seman
Seman 26 Februari 2026, 20.52
Share
IMG 20260226 WA0025
Ilustrasi sejumlah kerbau rawa digembalakan, (Foto:Istimewa)
SHARE

TERAS7.COM – Populasi ternak kerbau di Kabupaten Banjar dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Padahal, secara historis masyarakat setempat dikenal masih memelihara kerbau secara tradisional selain sapi dan kambing.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, drh. Lulu Vila Vardi, mengungkapkan, sentra ternak kerbau di daerah ini tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Cintapuri Darussalam dan Kecamatan Aranio.

“Secara tradisional, Kabupaten Banjar memang memiliki kerbau, sama seperti di Hulu Sungai Utara. Kita ada dua lokasi sentra, pertama di Cintapuri Darussalam dan kedua di Aranio,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, terdapat perbedaan karakteristik jenis kerbau di kedua wilayah tersebut. Di Aranio, kerbau yang dipelihara cenderung menyerupai kerbau sungai atau kerbau danau. Sementara di Cintapuri, mayoritas merupakan kerbau rawa yang menyesuaikan dengan habitat lahan basah.

Baca juga :

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

3 Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Tanah Bumbu dalam Sehari, 10 Hektare Terdampak

“Kalau di Aranio itu lebih seperti kerbau sungai atau danau. Sedangkan di Cintapuri itu kerbau rawa,” jelasnya.

Meski masih dipertahankan secara tradisional, jumlah populasi kerbau disebut terus menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu faktor utama adalah sistem reproduksi kerbau yang relatif lebih lambat dibanding sapi.

“Dari segi populasi memang sekarang menurun dibandingkan sebelumnya. Salah satu penyebabnya karena sistem reproduksi kerbau itu lebih lambat dibanding sapi,” katanya.

Menurutnya, kerbau umumnya hanya melahirkan setiap dua hingga tiga tahun sekali. Kondisi tersebut berbeda dengan sapi yang dalam keadaan normal dapat beranak setiap satu hingga dua tahun sekali, sehingga pertumbuhan populasi sapi lebih cepat.

Selain faktor reproduksi, perubahan daya dukung lingkungan turut berpengaruh. Di wilayah Cintapuri, lahan rawa yang menjadi habitat alami kerbau mulai berkurang akibat alih fungsi untuk kegiatan usaha lain. Sementara di Aranio, sebagian peternak memilih beralih ke komoditas ternak lain seperti sapi.

“Perubahan lingkungan dan peralihan usaha ternak juga berdampak pada penurunan populasi kerbau,” ujarnya.

Dari sisi pasar, kerbau di Kabupaten Banjar lebih berperan sebagai pelengkap kebutuhan daging sapi. Jika pasokan sapi terbatas dan tersedia kerbau siap jual, pedagang biasanya melakukan pemotongan kerbau untuk memenuhi permintaan.

“Kerbau ini sebenarnya pelengkap saja dari sapi. Kalau stok sapi habis dan ada kerbau yang dijual, biasanya pedagang memotong kerbau,” jelasnya.

Ia menambahkan, harga daging kerbau di pasaran relatif setara dengan daging sapi. “Setahu saya, di pasar harganya kurang lebih sama dengan daging sapi,” pungkasnya.

Berdasarkan data Triwulan IV Tahun 2025 yang disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Asep Yusup Nugraha Siliwandi, total populasi kerbau di Kabupaten Banjar tercatat sebanyak 560 ekor. Rinciannya, 416 ekor berada di Cintapuri Darussalam, 111 ekor di Aranio, dan 33 ekor di Kecamatan Sungai Pinang.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

3 Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Tanah Bumbu dalam Sehari, 10 Hektare Terdampak

Bunda PAUD Tanah Bumbu Kenalkan Sayuran dan Pola Makan Sehat Sejak Dini

Andi Irmayani Tekankan Pentingnya Adab ke Siswa Sekolah Rakyat Tanah Bumbu

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?