TERAS7.COM – Polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar yang sempat viral akhirnya berujung pada pembatalan.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, secara langsung menyampaikan keputusan pembatalan tersebut.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan untuk membatalkan mobil dinas Gubernur yang sebelumnya direncanakan,” ujarnya.
Keputusan itu, kata Rudy, diambil setelah pihaknya mendengar dan mempertimbangkan secara serius aspirasi serta masukan masyarakat Kalimantan Timur.
“Keputusan ini kami ambil setelah mendengar dan mempertimbangkan secara serius aspirasi serta masukan positif masyarakat Kalimantan Timur,” katanya.
Ia menegaskan, pembatalan pengadaan kendaraan tersebut tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan.
“Kami menegaskan keputusan ini insya Allah tidak akan mengganggu kinerja kerja pemerintahan. Tugas-tugas pelayanan publik tetap berjalan optimal dan fokus kami tetap pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Rudy juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
“Di bulan yang penuh magfirah, teriring permohonan maaf kami kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kalimantan Timur,” ucapnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan yang disampaikan publik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan masyarakat, kritik yang membangun. Insya Allah akan menjadi energi bagi kami dalam mewujudkan Kaltim sukses menuju generasi emas. Mohon doa dan restu,” ujarnya.
Menurut Rudy, pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mau mendengar dan berani mengambil keputusan yang bijak.
Sebelumnya, rencana pengadaan mobil dinas tersebut menuai sorotan publik karena dinilai bernilai fantastis dan memunculkan perdebatan soal urgensi penggunaannya.