TERAS7.COM – Polemik rencana pengadaan mobil dinas mewah Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar belakangan ini turut menyeret perhatian publik terhadap kendaraan dinas pejabat lain di wilayah tersebut.
Salah satu yang ikut menjadi sorotan adalah Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Ia diketahui memiliki mobil berpelat merah KT 1 B bermerek Land Rover Defender yang ditaksir memiliki harga asli berkisar Rp3,45 miliar hingga Rp4,2 miliar untuk varian tertingginya.
Menanggapi hal tersebut, dilansir dari Kaltimtoday.co, Wali Kota Samarinda, Andi Harun memberikan klarifikasi terkait status kendaraan yang belakangan menjadi perbincangan publik.
Ia menyatakan, unit Defender tersebut bukan mobil dinas resmi Wali Kota, melainkan kendaraan yang disewa Pemerintah Kota Samarinda untuk melayani tamu VIP.
“Kalau mobil Defender itu sewa dan itu mobil tamu, bukan mobil wali kota,” ujarnya.
Menurutnya, mobil dinas resmi Wali Kota Samarinda hanya dua unit, yakni sedan Toyota Camry yang sudah digunakan sejak masa kepemimpinan Syaharie Jaang dan mobil pick up Toyota Hilux untuk operasional lapangan.
“Mobil dinas wali kota itu resminya cuma satu yang sedan ini (Camry -red). Ini masih zamannya Pak Jaang. Kemudian mobil dinas yang kedua di lapangan itu Hilux, double cabin,” ucapnya.
Ia menjelaskan, dalam nomenklatur Pemerintah Kota Samarinda, kendaraan tersebut tercatat sebagai mobil tamu VIP yang disediakan untuk melayani pejabat negara maupun tamu penting yang berkunjung ke Samarinda.
“Itu memang mobil tamu. Di nomenklatur sejak tahun 2022 adalah mobil tamu, tamu VIP. Misalnya kalau Pak Menteri datang atau Pak Sekjen, itu untuk pelayanan tamu,” jelasnya.
Meski demikian, Andi Harun tidak menampik bahwa dirinya sesekali menggunakan unit Defender tersebut dalam agenda kedinasan tertentu.
Hal itu, kata dia, dilakukan atas pertimbangan teknis, terutama ketika harus meninjau proyek pembangunan atau wilayah yang memiliki medan sulit dijangkau kendaraan sedan.
“Sekali-sekali saya pakai kalau mendatangi lokasi yang tidak memungkinkan sasis sedan masuk,” katanya.
Andi Harun juga menegaskan bahwa selama menjabat dirinya belum pernah mengadakan mobil dinas baru untuk wali kota.
“Mobil dinas wali kota itu masih zamannya Pak Jaang. Saya belum pernah punya mobil dinas baru. Kalau mobil tamu sekali-sekali dipakai kan tidak apa-apa, toh tidak beli, itu cuma sewa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Samarinda, Dilan mengatakan, sebelum memutuskan menyewa kendaraan tersebut, Pemko Samarinda terlebih dahulu membandingkan sejumlah opsi kendaraan lain, termasuk Toyota Land Cruiser.
Namun karena biaya sewanya dinilai terlalu tinggi, akhirnya Pemko Samarinda memilih kendaraan dengan harga lebih rendah, yakni Land Rover Defender.
“Jika harga sewa Toyota Land Cruiser mencapai Rp200 juta per bulan, unit Defender yang disewa dari PT Indorent yang berbasis di Jakarta ini memakan biaya sekitar Rp160 juta per bulan,” sebutnya.
Faktor lain yang turut dipertimbangkan adalah kondisi Samarinda yang rawan banjir, sehingga kendaraan dengan sasis tinggi dianggap lebih adaptif untuk mobilitas di lapangan.