TERAS7.COM – Umat Muslim di Martapura dan sekitarnya memadati pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Al Karomah, Kabupaten Banjar, Sabtu (21/03/2026).
Sejak pagi hari, ribuan jemaah telah berdatangan untuk mengikuti salat Id berjamaah. Area dalam masjid hingga halaman dipenuhi jemaah yang datang bersama keluarga untuk merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk melatih pengendalian diri serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.
“Selama satu bulan penuh, pada siang hari Ramadan, kita menahan diri dari makan, minum, dan segala hal-hal yang membatalkan puasa,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa malam-malam Ramadan diisi dengan berbagai amalan, seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga memperbanyak zikir dan sedekah.
“Dan pada malam harinya, kita kerjakan sholat tarawih, tadarus al-Quran, ikhlas berzikir, memperbanyak sedekah, dan berbagai amal-amal baik lainnya,” lanjutnya.
Menurutnya, Idulfitri menjadi momen kemenangan bagi umat Islam di seluruh dunia setelah berhasil melewati ujian menahan hawa nafsu selama Ramadan.
“Semua umat Islam di berbagai penjuru dunia pada hari ini merayakan kemenangan dengan mengagungkan kebesaran asma Allah. Dengan berzikir, tasbih, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan rasa syukur atas kemenangan yang didasari dengan keimanan,” ucapnya.
Khatib juga mengingatkan bahwa perjuangan melawan hawa nafsu bukanlah hal yang mudah, sehingga memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah SWT.
“Berjuang melawan hawa nafsu dan mengendalikannya selama satu bulan penuh, bukanlah suatu pekerjaan yang ringan. Itulah sebabnya, pasti pencapaian pengendalian hawa nafsu itu mendapatkan penghargaan besar dari Allah berupa suurga,” katanya.
Ia mengajak jemaah untuk menjaga nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan agar tidak hilang setelah Hari Raya.
“Dan kita raih ini, marilah kita pertahankan dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai terlena dan mudah tergiur oleh bujuk rayu setan, iblis, dan kroni-kroninya,” pesannya.
Lebih lanjut, khatib mengingatkan bahwa setan merupakan musuh nyata yang harus diwaspadai oleh setiap umat manusia.
“Setan adalah nyata-nyata sebagai musuh kita, maka jadikanlah ia sebagai musuh yang harus selalu kita waspada dengannya. Karena mereka selalu berusaha keras menggoda dengan berbagai cara untuk melakukan kemaksiatan dan kesenangan duniawi,” tuturnya.
Suasana pelaksanaan Salat Id berlangsung khusyuk dan tertib. Momentum Idulfitri ini dimanfaatkan masyarakat untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai keimanan setelah menjalani ibadah Ramadan.