TERAS7.COM – Pendidikan Kabupaten Banjar kembali menyoroti pelaksanaan kegiatan perpisahan siswa agar tidak dilakukan secara berlebihan. Sekolah diminta mengedepankan kesederhanaan dalam kegiatan tersebut guna menghindari beban tambahan bagi orang tua, Selasa (28/04/26).
Sekretaris Dinas Pendidikan Banjar, Trisnohadi Harimurti, menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang adanya kegiatan perpisahan. Menurutnya, agenda tersebut tetap memiliki nilai emosional bagi siswa sebagai penutup masa pendidikan di jenjang tertentu.
“Perpisahan tetap boleh dilaksanakan karena itu menjadi bagian dari kenangan siswa. Namun kami mengingatkan agar tidak sampai memberatkan orang tua atau wali murid,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan sebaiknya cukup digelar di lingkungan sekolah dengan konsep yang sederhana. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan pengeluaran yang tidak perlu, terutama jika dibandingkan dengan penyelenggaraan di tempat-tempat mewah.
“Tidak perlu dilaksanakan di hotel atau tempat yang berbiaya tinggi. Lebih baik di sekolah saja agar lebih sederhana dan tidak membebani,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa imbauan tersebut sebenarnya telah disampaikan sejak beberapa tahun terakhir melalui berbagai saluran, baik secara langsung maupun lewat surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan.
Untuk memperkuat kembali kebijakan itu, Dinas Pendidikan Banjar berencana kembali menerbitkan surat edaran sebagai pengingat bagi pihak sekolah.
Apabila masih ditemukan sekolah yang mengabaikan imbauan tersebut, pihaknya tidak segan memberikan teguran. Sanksi akan dijatuhkan secara bertahap sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan.
“Kalau sudah pernah diingatkan tapi masih dilanggar, tentu ada sanksi. Penerapannya dilakukan secara bertahap dan proporsional,” jelasnya.
Melalui penegasan ini, Disdik Banjar berharap seluruh sekolah dapat lebih bijak dalam menggelar kegiatan perpisahan dengan tetap mengutamakan nilai kebersamaan tanpa membebani orang tua siswa.