TERAS7.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru mendesak PT PLN (Persero) agar segera mempercepat pemulihan sistem kelistrikan sekaligus menekan durasi pemadaman bergilir yang telah mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dunia pendidikan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Desakan tersebut disampaikan Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby saat melakukan komunikasi intensif dengan Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar, pada Minggu (26/07/2026), menyusul krisis kelistrikan yang melanda wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Lisa mengatakan pemerintah daerah memahami adanya kendala teknis yang sedang ditangani PLN. Namun, menurutnya masyarakat juga berhak memperoleh kepastian informasi terkait jadwal pemadaman agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
“Yang paling esensial saat ini adalah kepastian informasi. Jika memang pemadaman bergilir tidak terhindarkan, kami minta durasinya ditekan seminimal mungkin. Masyarakat butuh jadwal yang jelas agar bisa mengantisipasi dan mempersiapkan aktivitas harian mereka dengan baik,” tegasnya.
Menurut Lisa, pemadaman yang berlangsung antara lima hingga enam jam per hari pada rentang pukul 07.00 hingga 23.00 Wita telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor. Selain mengganggu kenyamanan rumah tangga, kondisi tersebut juga menghambat proses belajar mengajar, pelayanan publik, serta aktivitas pelaku UMKM yang bergantung pada pasokan listrik.
Karena itu, Pemerintah Kota Banjarbaru meminta PLN bergerak cepat mempercepat proses normalisasi sistem kelistrikan agar roda perekonomian dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal.
Menanggapi hal tersebut, Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap kondisi yang terjadi. Ia memastikan masukan dari Wali Kota akan menjadi perhatian dalam upaya percepatan penanganan gangguan kelistrikan.
“Kami berterima kasih atas masukan dari Ibu Wali Kota. Aspirasi ini segera kami teruskan ke jajaran terkait guna mempercepat penanganan dan mengoptimalkan sistem kelistrikan yang tengah terganggu,” ujarnya.
Diketahui, pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut menjadi gangguan kedua dalam kurun waktu kurang dari satu bulan setelah sebelumnya suplai listrik sempat terganggu akibat kerusakan PLTUG Bangkanai di Kabupaten Barito Utara.
Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan akan terus mengawal perkembangan penanganan gangguan kelistrikan tersebut serta mendorong percepatan pemulihan pasokan listrik demi menjaga kenyamanan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi di Kota Banjarbaru.