TERAS7.COM – Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby terus mempercepat pemerataan pembangunan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan melalui proyek Jalan Lingkar Selatan yang kini memasuki tahap awal pengerjaan trase jalan baru.
Jalan Lingkar Selatan akan menghubungkan Jalan Purnawirawan di Kelurahan Palam menuju Jalan Guntung Manggis, sekaligus membuka akses jalan tembus Liang Anggang–Bati-Bati.
Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan wilayah, terutama di kawasan timur dan selatan Banjarbaru yang selama ini belum terhubung secara optimal.
Lisa mengatakan proyek tersebut tidak hanya disiapkan sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong perkembangan kawasan baru di Banjarbaru.
“Harapan kita ke depan, jalan ini mampu mengurai kemacetan, mengalihkan kendaraan angkutan berat dari pusat kota, sekaligus membuka akses pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur dan selatan Banjarbaru,” ungkapnya.
Menurut Lisa, pembangunan Jalan Lingkar Selatan akan membuka peluang investasi, mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, meningkatkan nilai kawasan, serta memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.
Dengan terbukanya jalur baru tersebut, pengembangan permukiman, perdagangan, jasa, dan sektor usaha lainnya diharapkan semakin berkembang sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Banjarbaru.
Sementara itu, Lurah Guntung Manggis, Rajijanoor Yahya L menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Jalan Lingkar Selatan yang dinilai akan membawa perubahan besar bagi perkembangan wilayahnya.
“Kami Pemerintah Kelurahan Guntung Manggis sangat mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wali Kota atas upayanya memajukan kota dan meningkatkan konektivitas jalan. Harapan kami, proyek ini selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dukungan serupa juga datang dari masyarakat, salah satunya Ketua RT 4 Kelurahan Palam, Rintis Utomo yang mengatakan, jika jalan tembus tersebut merupakan harapan yang telah lama dinantikan warga.
“Sebelumnya akses jalan di area ini buntu (dead-end), sehingga mobilitas masyarakat maupun aktivitas perekonomian menjadi cukup terhambat. Dengan dibukanya jalan tembus ini, kami optimistis pergerakan masyarakat akan semakin lancar dan perekonomian warga, khususnya pelaku UMKM, akan tumbuh lebih pesat,” tuturnya.