Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Padamkan Bara di Bawah Tanah Gambut, Gubernur Kalsel Muhidin Coba Metode Pipa Suntik
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Padamkan Bara di Bawah Tanah Gambut, Gubernur Kalsel Muhidin Coba Metode Pipa Suntik

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 1 September 2026, 14.50
Share
IMG 20260831 WA0045 1000x540 1
Gubernur Kalsel, Muhidin saat mencoba menggunakan metode pipa suntik guna memadamkan sisa bara di bawah tanah gambut. (Foto: Biro Adpim Pemprov Kalsel)
SHARE

TERAS7.COM – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Ring 1 Jalan Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, tak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan.

Sumber panas yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut menjadi perhatian Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin saat meninjau langsung penanganan karhutla bersama Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dr Ir Roy Rizali Anwar dan jajaran Forkopimda Kalsel, Senin (31/08/2026) sore.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Muhidin ikut mencoba metode Gambut Injection atau Subsurface yang dikembangkan Polda Kalsel untuk menjangkau bara di bawah permukaan tanah.

Metode tersebut dilakukan dengan menancapkan pipa hingga sekitar dua meter ke dalam lapisan gambut, kemudian mengalirkan air dan cairan pembasah langsung ke bagian tanah yang masih menyimpan panas.

Gubernur Muhidin bahkan turun langsung ke area gambut yang masih mengeluarkan asap untuk mencoba metode tersebut. Ia memegang pipa suntik dan beberapa kali menancapkannya ke lahan yang terbakar.

Baca juga :

DPRD Kalsel Dorong Program Gizi Pemerintah Serap Produk Unggas Lokal

Muhidin Ingatkan Bahaya Bara di Bawah Lahan Gambut: Jangan Anggap Api Tak Ada Itu Sudah Selesai!

Ulurkan Bantuan ke Desa Terdampak Kekeringan, Bupati Tabalong Bagikan Bantuan Air Siap Minum

“Sejak Jumat kemarin sampai hari ini, api masih belum sepenuhnya padam. Ternyata, apinya berada di dalam tanah atau gambut,” sampai Gubernur H. Muhidin saat berada di lokasi.

Setelah mencoba metode tersebut, Muhidin mengatakan panas masih dapat dirasakan dari dalam tanah meski intensitasnya telah menurun.

“Tadi, setelah saya memasukkannya sendiri, ternyata di dalam masih terdapat panas, meskipun sudah berkurang. Artinya, tanah gambut di dalam masih menyimpan panas,” terang Gubernur.

Untuk membuat proses pembasahan lebih efektif, penanganan juga memanfaatkan bahan pencampur air. Sebelumnya, Bidlabfor Polda Kalsel telah menguji sejumlah bahan, di antaranya cairan berbasis minyak nabati atau Methyl Ester Sulfonate (MES), surfaktan biodegradable atau wetting agent, serta campuran air dengan formula pati singkong.

Menurut Muhidin, bahan pencampur tersebut diperlukan agar air dapat lebih mudah meresap ke lapisan gambut dan membasahi bagian yang masih menyimpan panas.

“Jangan sampai kita melihat apinya sudah tidak ada, kemudian menganggap semuanya sudah selesai karena masih ada asap. Ternyata, di dalam gambut ini proses pembakarannya masih bisa menjalar. Kalau kemudian mendapat angin, apinya bisa kembali membesar,” jelasnya.

Usai dilakukan pembasahan menggunakan metode pipa suntik dan bahan pembasah, kondisi gambut di sejumlah titik mulai lebih dingin. Asap yang sebelumnya terlihat keluar dari beberapa titik juga mulai berkurang.

Penanganan karhutla di kawasan tersebut terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, mahasiswa dan pihak terkait lainnya. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan sumber panas di dalam gambut benar-benar dapat dikendalikan dan tidak kembali memicu kebakaran.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

DPRD Kalsel Dorong Program Gizi Pemerintah Serap Produk Unggas Lokal

Muhidin Ingatkan Bahaya Bara di Bawah Lahan Gambut: Jangan Anggap Api Tak Ada Itu Sudah Selesai!

Ulurkan Bantuan ke Desa Terdampak Kekeringan, Bupati Tabalong Bagikan Bantuan Air Siap Minum

Syarifudin Resmi Pimpin Desa Sungai Pinang, Bupati Kotabaru Titip Amanah hingga Akhir Periode

Hadiri Opening Apkasi Expo 2026, Bupati Tabalong Dorong Potensi Daerah dan Peluang Investasi

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?