TERAS7.COM – Program pemerintah yang berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat dan percepatan penurunan angka stunting dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkuat pasar produk unggas lokal di Kalimantan Selatan.
Gagasan tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kalsel bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Kalsel di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kalsel, Senin (31/08/2026).
Menurut Firman, program pemerintah yang membutuhkan produk peternakan sebaiknya turut memprioritaskan hasil produksi peternak lokal. Langkah tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, penggunaan produk unggas lokal dalam program pemerintah dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menciptakan pasar yang lebih luas bagi peternak di Kalsel.
“Ketika produk lokal menjadi pilihan utama dalam berbagai program pemerintah, maka peternak kita akan semakin kuat dan sektor pangan daerah menjadi lebih mandiri,” tambahnya.
Firman menilai keberpihakan terhadap produk lokal penting dilakukan di tengah persaingan dengan produk peternakan dari luar daerah yang turut masuk ke pasar Kalsel.
Selain membuka akses pasar, kebijakan tersebut juga dinilai dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha peternak lokal.
Sebelumnya, dalam RDP yang dipimpin Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H Jahrian tersebut, sejumlah persoalan sektor perunggasan turut dibahas, mulai dari fluktuasi harga, biaya produksi hingga perlindungan terhadap peternak lokal.
Firman juga mendorong pemerintah memberikan insentif kepada pelaku usaha yang menggunakan dan menyerap produk unggas lokal. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memperluas pasar bagi peternak sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan peternak dapat terus diperkuat sehingga program pemenuhan gizi masyarakat tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian peternak lokal.