TERAS7.COM – Cepat sigap dan tanggap menjadi tugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggannya, kurang dari 12 jam kebocoran pipa yang beberapa kali terjadi di wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar akhirnya kembali normal.
Dalam satu pekan terakhir, PDAM Intan Banjar mendapat dua laporan adanya pipa air yang bocor, baik diwilayah Kota Banjarbaru maupun Kabupaten Banjar, diantaranya tanggal 24 Juli 2019 kebocoran pipa air diameter 500 di Cindai Alus Perumahaan Seribu Kabupaten Banjar dan tanggal 25 Juli 2019 kebocoran pipa air di Jalan Mistar Cokro Kusumo Kota Banjarbaru yang jebol akibat galian alat berat proyek drainase Kota Banjarbaru.
Seperti disampaikan oleh Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PDAM Intan Banjar Ahmad Yani, bahwa kerusakan atau kebocoran pipa di Cindai Alus disebabkan oleh adanya perubahan sitem aliran air pada pipa, sehingga mengalami tekanan arus yang kuat, sedangkan pipa air di Jalan Mistar Cokro Kusumo disebabkan oleh alat berat yang melakukan penggalian sehingga mengenai bagian pipa dibawah tanah.
“Kemarin kita menerima dua laporan kebocoran pipa, pertama di Cindai Alus, kedua di Jalan Cokro Kusumo bocor akibat galian alat berat,” ujarnya saat kepada teras7.com saat dikonfirmasi, pada Jum’at (26/07).
Ahmad Yani melanjutkan, menyikapi laporan tersebut ia memerintakan kepada pihak ketiga untuk melakukan perbaikan dengan cepat, sehingga pelanggan Intan Banjar tidak terlalu lama menunggu air kembali normal.
“Kalau yang pipa diameter 500 kita perlu waktu kurang lebih 6 jam untuk melakukan perbaikan, tapi kalau pipanya lebih kecil seperti di Jalan Cokro Kusumo paling lama hanya 3 jam saja air sudah bisa normal kembali,” tambahya.

Saat ditanya, kerusakan atau kebocoran pipa yang diakibatkan oleh kelalaian pengerja proyek siapakah yang bertanggung jawab, ia mengatakan, sebelumnya pengerjaan proyek penggalian dreinase di Jalan Mistar Cokro Kusumo oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, sudah melakukan koordinasi bersama PDAM Intan banjar, pihak pekerja pun juga sudah mengetahi bahwa di area galian ada saluran pipa air milik PDAM Intan banjar.
“Jadi kalau ada kebocoran pipa akibat alat berat tersebut kita tidak bisa menunggu lama, maka petugas langsung kita perintahkan untuk melakukan perbaikan secepatnya,” jelasnya.
Sementara untuk mengantisipasi kerusakan atau kebocoran pipa air yang diakibatkan oleh pengerjaan galian drainase, PDAM Intan Banjar telah menurunkan petugasnya untuk melakukan pengawasan dan pemantauan proyek.