Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Fiskal Tertekan, Pemkab Balangan Pertimbangkan Pinjaman hingga Rp600 M Jaga Belanja Modal
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Fiskal Tertekan, Pemkab Balangan Pertimbangkan Pinjaman hingga Rp600 M Jaga Belanja Modal

M. Halim Ihsan
M. Halim Ihsan 6 Oktober 2026, 15.02
Share
IMG 20261006 WA0029
Monumen Tugu Perjuangan Paringin yang ada di pusat kota Balangan. (ist)
SHARE

‎TERAS7.COM — Kabupaten Balangan menghadapi tekanan fiskal menjelang penyusunan proyeksi APBD 2027. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan mencatat dana bagi hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat yang belum disalurkan mencapai Rp760 miliar.

‎Piutang tersebut merupakan akumulasi kurang bayar DBH periode 2023 hingga 2024. Kondisi itu terjadi di tengah proyeksi APBD Balangan 2027 yang diperkirakan hanya berada di kisaran Rp2,2 triliun.
‎
‎Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Balangan, Fakhriyanto, mengatakan persoalan tersebut membuat kondisi fiskal daerah berada dalam situasi dilematis. Di satu sisi, hak Balangan sebagai daerah penghasil belum seluruhnya diterima, sementara alokasi DBH yang masuk justru mengalami pemotongan.
‎
‎”Jadi pada satu sisi kita tidak dibayar hak kita, mereka (pusat) masih ngutang. Tapi di sisi lain, dana bagi hasil juga malah dipotong. Ini situasi yang sangat tidak pas bagi Balangan sebagai daerah penghasil, sehingga kita mengalami jurang defisit yang besar,” ungkap Fakhriyanto.
‎
‎Tekanan tersebut membuat Pemkab Balangan menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kemampuan keuangan daerah. Salah satunya dengan mengajukan pinjaman daerah kepada pihak ketiga.
‎
‎Fakhriyanto menyebut nilai pinjaman yang tengah diasumsikan berada pada kisaran Rp500 miliar hingga Rp600 miliar. Namun, skema yang disiapkan disebut tidak akan membebani APBD Balangan.
‎
‎”Kita bisa berani meminjam kalau dengan penjaminan adalah kurang bayar yang sekitar Rp760 miliar itu. Artinya, kita meminjam ke pihak ketiga seperti PT SMI atau perbankan, tetapi yang membayarkan cicilan adalah Kementerian Keuangan langsung kepada pihak ketiga. Sehingga tidak membebani APBD Balangan,” tegasnya.
‎
‎Menurut Fakhriyanto, opsi tersebut diperlukan untuk menjaga ruang fiskal daerah, terutama agar belanja modal tidak dipangkas secara drastis.
‎
‎Belanja modal dinilai memiliki efek langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pengurangan belanja pada sektor tersebut dikhawatirkan memukul berbagai lapisan ekonomi yang bergantung pada proyek dan aktivitas pembangunan pemerintah daerah.
‎
‎”Balangan ini sangat besar pengaruhnya dari belanja modal pemerintah daerah. Kalau belanja modal dikurangi, tukang tidak kerja, distribusi berkurang, putaran ekonomi melambat, dan daya beli masyarakat otomatis akan turun,” pungkasnya.
‎
‎Dengan proyeksi APBD 2027 sekitar Rp2,2 triliun dan piutang DBH mencapai Rp760 miliar, Pemkab Balangan kini harus mencari skema pembiayaan yang mampu menjaga keberlanjutan belanja daerah tanpa menambah tekanan terhadap APBD.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

WhatsApp Image 2026 09 07 at 22.02.01
Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?
7 September 2026, 20.50
Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23
2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
WhatsApp Image 2026 09 05 at 09.32.47 1024x575 1
Bupati Tanah Bumbu Minta Pejabat Pengawas Pangkas Proses Kerja yang Berbelit
7 September 2026, 16.35

You Might Also Like

Gebyar Panutan PKB 2026, Wali Kota Banjarbaru Ajak Warga Pahami Peran Pajak bagi Pembangunan

Menuju Inacraft 2026, Dekranasda Tanah Bumbu Bidik Pasar Lebih Luas

Evaluasi Kriyanusa 2026, Dekranasda Tanah Bumbu Benahi Strategi Promosi Produk

Cegah Kebocoran PAD, Juru Parkir Resmi di Balangan Bakal Pakai Rompi Khusus

Jelang Akhir 2026, Penerimaan PAP Balangan Capai 97,3 Persen, PAB Tembus 115 Persen

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?