Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Libur Maulid Nabi Muhammad SAW Digeser Dengan Alasan Cegah Mobilitas, Dewan Banjarbaru Sebut Tak Relevan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Libur Maulid Nabi Muhammad SAW Digeser Dengan Alasan Cegah Mobilitas, Dewan Banjarbaru Sebut Tak Relevan

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 19 Oktober 2021, 12.08
Share
IMG 20210718 WA0003 750x536 1
Nurkhalis Anshari, Anggota Komisi III DPRD Banjarbaru yang menyebut pergeseran libur Maulid dengan cegah mobilitas tidak revelan. (Foto : Humas Protokol DPRD Banjarbaru)
SHARE

TERAS7.COM – Pemerintah Pusat kembali menggeser hari libur nasional, kali ini perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mulanya jatuh pada hari ini Selasa, 19 Oktober 2021 digeser ke hari berikutnya Rabu, 20 Oktober 2021.

Hal ini dilakukan pemerintah guna menghindari terjadinya mobilitas masyarakat secara besar-besaran, mengingat situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan.

“Pertimbangan pemerintah menggeser hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW yakni untuk menghindari masa libur panjang dan mencegah pergerakan massa yang besar,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di sela kegiatan jalan santai bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin di sekitaran Pangkalan Utama TNI AL, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikutip dari siaran pers.

20211019 100557
Gelaran Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Agung Munawwarah Banjarbaru. (Foto : Azmi)

Digesernya hari libur perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tentunya menimbulkan pro-kontra di tengah publik. Karena alasan dari pergeseran hari libur tersebut dianggap sejumlah pihak tak relevan, padahal saat ini kasus Covid-19 sedang menurun.

Hal inilah yang menjadi sorotan Anggota Komisi III DPRD Banjarbaru, Nurkhalis Anshari, menurutnya di kondisi saat ini Covid-19 terlihat mulai melandai, bahkan hajatan nasional pun mulai normal.

Baca juga :

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Anjing Liar Resahkan Warga Gang Kancil Banjarbaru, Liana Cari Solusi Penanganan Tanpa Kekerasan

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Jadi, keputusan menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas pada saat liburan dan tidak berkerumun menurutnya sudah tidak relevan.

Seperti diketahui, di Indonesia ini memiliki banyak hari libur, dikarenakan menghormati hari besar kegamaan. Sehingga libur itu mengikuti hari besar keagamaan bukan hari kegamaan mengikuti hari libur.

Jika ada penggeseran hari libur ke setelah atau sebelum hari besar keagamaan, dikatakan Nurkhalis itu berarti merupakan bonus atau tambahan hari libur.

“Suatu keputusan hukum yang landasannya karena darurat jika daruratnya sudah hilang maka hukumnya berubah ke hukum asalnya,” ujarnya.

Jika berkaca pada keputusan pemerintah menggeser hari libur keagamaan pada sebelumnya dilakukan karena kasus Covid-19 di tanah air memang masih tinggi-tingginya itu bisa dipahami.

Berbeda dengan saat ini, menurut politisi muda PKS ini kondisi sudah jauh membaik. Sehingga keputusan pemerintah menggeser hari libur nasional ini perlu dikoreksi dan dievaluasi.

“Saya berharap agar keputusan pemerintah untuk menggeser hari libur keagamaan kedepannya perlu dikoreksi dan dievaluasi, sehingga tidak memunculkan pro-kontra dimasyarakat,” tandasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260814 152305
Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Hadir sebagai Ikon Religi Baru Kalimantan Selatan
14 Agustus 2026, 15.26
IMG 20260817 193804
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bupati Tanah Bumbu Apresiasi Jasa Veteran dan Seniman
17 Agustus 2026, 19.43
23af2781 1846 4430 a6f8 38bcdfcd3516
Mafia Tanah Dituntut Ringan Oleh Kejaksaan HSS?
19 Agustus 2026, 11.28
ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
IMG 20260828 WA0018
Wali Kota Lisa Murka! UGD Puskesmas Sungai Ulin Diduga Kosong saat Pasien Kritis Butuh Pertolongan
28 Agustus 2026, 11.11

You Might Also Like

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Anjing Liar Resahkan Warga Gang Kancil Banjarbaru, Liana Cari Solusi Penanganan Tanpa Kekerasan

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Penanganan Dampak Karhutla Jadi Fokus Emi Lasari dalam Resesnya di Landasan Ulin

Relawan Ujung Tombak Padamkan Karhutla Banjarbaru, Emi Desak Dapur Umum hingga Operasional Dipenuhi

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?