TERAS7.COM – Kasus kriminalitas di wilayah hukum Polres Banjar sepanjang tahun 2021 menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini diungkapkan Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Iptu Fransiskus Manaan saat ditemui awak media pada Senin sore (17/1/2022).
Berdasarkan data Satreskrim Polres Banjar, pada tahun 2020 tercatat ada 382 perkara yang telah ditangani jajaran Polres Banjar.
“Sedangkan di 2021 hanya tercatat sebanyak 352 perkara yang ditangani Satreskrim Polres Banjar. Jadi ada penurunan dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Iptu Fransiskus Manaan melanjutkan, jika tren kasus tahun lalu adalah kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), maka di tahun 2021 yang menjadi tren adalah penganiayaan.
“Tercatat trend angka kasus penganiyaan terjadi peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari sebanyak 51 kasus penganiayaan yang ditangani kepolisian, 42 kasus diantaranya telah berhasil diselesaikan,” ungkapnya.
Dimana pada tahun sebelumnya tambah Iptu Fransiskus Manaan, hanya 28 perkara penganiayaan yang masuk dan diselesaikan pada tahun 2020.
Sementara kasus Curat yang pada tahun 2020 yang berjumlah 92 perkara dan berhasil diselesaikan 87 perkara, di tahun 2021 ini menurun.
“Pada tahun 2021 kasus Curat yang kami tangani turun menjadi 36 perkara, dimana 30 perkara diantaranya berhasil diselesaikan,” bebernya.
Kasus penganiayaan yang meningkat di 2021 jelas Iptu Fransiskus Manaan kemungkinan tak terlepas dari perkembangan pandemi Covid-19.
“Karena di 2020 lalu masyarakat menerapkan work from home. Setelah di 2021, mereka mulai dapat kembali bekerja, tapi lapangan kerja mulai menipis. Sehingga ketika terjadi permasalahan, entah salah bicara, atau memang kurang senang, terjadilah cekcok yang berujung penganiayaan,” katanya.
Hal ini berbanding terbalik dengan tahun 2020 ketika awal pandemi Covid-19, justru kasus Curat yang meningkat akibat perlambatan ekonomi.
Di tahun 2021 sendiri ada beberapa kasus yang mencolok, diantaranya adalah kasus perkelahian maut di Kecamatan Mataraman pada Oktober 2021 yang mengakibatkan 1 orang tewas.