TERAS7.COM – Jembatan yang menjadi penghubung Desa Pingaran Ilir dan Desa Astambul Seberang mengalami kerusakan akibat tumpukan sampah kayu yang hanyut karena Banjir pada pertengahan Januari 2022 lalu.
Setelah roboh di sebagian jembatan karena tak mampu menahan tumpukan sampah yang ke empat kalinya ini, akhirnya jembatan tersebut di bongkar.
Usai pembongkaran sisa jembatan berkonstruksi kayu ulin sepanjang 70 meter ini, jembatan ini rencananya akan dibangun kembali.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar M. Riza Dauly saat ditemui pada Jumat (28/1/2022) mengatakan saat ini pihaknya sedang menyusun rencana pembangunan ulang jembatan tersebut.

“Kita sudah mencari beberapa sumber pembiayaan untuk pembangunan kembali jembatan tersebut, baik menggunakan anggaran dari pemerintah pusat atau provinsi maupun anggaran dari daerah kita sendiri,” ujarnya.
Konstruksi jembatan yang akan dibangun nanti kemungkinan adalah jembatan gantung besi.
“Tapi tetap tergantung pada ketersediaan anggaran kita. Kemungkinan kita targetkan dalam 2-3 bulan ke depan akan diusahakan lagi pembangunannya. Saat ini bidang Bina Marga masih melakukan pembongkaran,” katanya.
Untuk menghemat biaya pembangunan jembatan baru nanti, bahan kayu sisa jembatan yang masih bisa dimanfaatkan akan digunakan kembali.
“Kita akan tetap berkoordinasi terkait pembangunan jembatan ini dengan Dinas PUPR provinsi dan Balai Wilayah Sungai agar mendapat bantuan,” terangnya.
Karena pembangunan konstruksi jembatan baru tersebut diperkirakan akan menelan biaya 5-6 miliar rupiah.
“Kita upayakan agar bisa tetap dibangun dengan budget minimal, tapi optimal. Saat ini bidang Bina Marga juga sedang melakukan perencanaan Teknik,” sebut Riza Dauly.