TERAS7.COM – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) terus melakukan normalisasi drainase di kawasan perkotaan.
Salah satu normalisasi drainase yang dikerjakan baru-baru ini berada di Jalan Sukaramai Martapura.
Termasuk 2 minggu sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan normalisasi drainase di samping ruas Jalan Guntung Alaban, Kelurahan Sungai Paring.
Normalisasi ini sendiri dilakukan untuk mengoptimalkan saluran air dan mencegah genangan banjir akibat luapan air pada saluran drainase saat hujan deras.
Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, HM Riza Dauly melalui Kabid SDA Dinas PUPRP Jimmy pada Jumat (4/2/2022).
“Kegiatan ini pun berdasarkan arahan Bupati Banjar yang ingin drainase di kawasan perkotaan agar dinormalisasi dengan melakukan pembersihan dan mengangkat sampah bercampur lumpur yang mengendap di saluran drainase,” ujarnya.
Tujuan utamanya tentu agar saluran air tersebut dapat kembali berfungsi secara optimal, karena sebelumnya kawasan samping ruas Jalan Sukaramai dan Jalan Kenanga banyak didapati lapak dan kios kecil Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri diatas saluran air.
Pihaknya lanjut Jimmy melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) untuk mensterilkan kawasan tersebut dari PKL.
“Setelah tidak ada lagi lapak dan kios kecil milik PKL terhitung sejak 1 Februari 2022 hingga hari ini, kita akhirnya dapat melakukan kegiatan pembersihan drainase di Jalan Sukaramai dan Jalan Kenanga,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, Bidang SDA menurunkan sebanyak 20 orang petugas kebersihan dengan 1 unit armada angkut mobil pickup dan 1 unit motor tossa.
Walau sudah ada penertiban PKL di lokasi tersebut, saat ini masih ada pedagang yang kembali menggelar dagangannya diatas saluran drainase samping ruas Jalan Suka Ramai.
“Terkait keberadaan satu unit kios milik PKL ini akan segera kita koordinasikan dengan Satpol PP Kabupaten Banjar untuk menindaklanjutinya. Tapi, untuk pengerjaan normalisasi drainase hingga saat ini tidak ada mendapati kendala,” katanya.