TERAS7.COM – Bertepatan tanggal 22 Desember 2022, Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Perempuan Kelas II A Martapura menggelar perayaan Hari Ibu bersama para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Martapura, Dr. Lilis Yuaningsih mengatakan, momentum perayaan Hari Ibu ini merupakan bentuk upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan, dalam merebut kemerdekaan.
“Ini merupakan bentuk upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah turut serta berjuang dalam merebut dan mengisi kemerdekaan,” ujarnya. Kamis (22/12/2022).

Dalam memperingati Hari Ibu ke-94 yang bertema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” ini, dikatakan Lilis pihaknya di lapas turut memberadayakan para warga binaan untuk ikut berpartisipasi.
“Maka dari itu kita memberdayakan perempuan yang ada di Lapas Perempuan Martapura ini, untuk semua turut berpartisipasi dalam kegiatan Peringati Hari Ibu ini,” terangnya.
Menurut Lilis, momentum perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Kelas II A ini, merupakan kali pertama dilaksanakan sejak sebelumnya sempat berhenti, akibat adanya wabah Covid-19.
“Tentunya momen ini moment yang jarang kita lakukan karena 2 tahun kemaren tidak ada kegiatan karena dilanda Covid 19. Jadi Alhamdulillah temen-temen semua WBP yang ada di Lapas Perempuan Martapura semua ikut berpartisipasi,” ungkapnya.
Adapun dalam menyongsong peringatan Hari Ibu ini, Lapas Perempuan Kelas II A Martapura melaksanakan beragam kegiatan perlombaan, yang diikuti oleh WBP, dan petugas setempat.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Sri Yuwono mengatakan, perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Kelas II A Martapura ini menjadi bentuk hasil dari pembinaan kepada warga binaan selama ini.

“Karena tugasnya lapas itu pembinaan, jadi dari hasil pembinaan yang telah dilakukan, di moment-moment seperti ini ditampilkan,” ungkapnya.
Dalam perayaan Hari Ibu ini pula, beragam kegiatan digelar, mulai dari bernyanyi, menari, hingga vokal grup, yang mana hal ini semata-mata bertujuan untuk mengembalikan semangat para warga binaan.
“Yang mana pada hari juga ditampilkan ini warga binaan nyanyi, menari, lalu vocal grup. Yang bertujuan untuk mengembalikan semangat dan mentalnya juga serta mengeluarkan potensi-potensinya yang ditampilkan pada moment-moment seperti ini,” pungkasnya.
Adapun diketahui, hingga saat ini jumlah warga binaan penguni di Lapas Perempuan Kelas II A Martapura sebanyak 492 orang, dengan kasus mendominasi yakni, narkoba.