Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Program Electrifying Agriculture PLN Bikin Untung, Petani Buah Naga Mampu Panen Berkali-kali
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Program Electrifying Agriculture PLN Bikin Untung, Petani Buah Naga Mampu Panen Berkali-kali

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 23 Desember 2022, 22.42
Share
IMG 20221223 WA0027
Program Elecricfying Agriculture PLN Bikin Untung, Petani Buah Naga Mampu Panen Berkali-kali. (Foto: istimewa)
SHARE

TERAS7.COM – Penerapan program Electrifying Agriculture dari PT PLN (Persero) memberikan dampak positif terhadap produktivitas Kelompok Petani Buah Naga Tani Makmur, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Laut, Kalimantan Selatan

Dengan pemanfaatan energi listrik melalui penerangan menggunakan lampu bohlam pada budidaya buah naga, mampu memberikan dampak yang luar biasa terhadap produktifitas pohon.

Ketua Kelompok Petani Buah Naga Tani Makmur, Suhardianto merasakan dampak dari penggunaan lampu penerangan tersebut terhadap budidaya buah naga miliknya.

“Semenjak menggunakan penerangan untuk kebun buah naga saya, Alhamdulillah buah naga milik saya jadi lebih produktif, buahnya juga bagus besar dan tebal,” ujar Suhardianto.

Kelompok Petani Buah Naga Tani Makmur yang berlokasi di Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Laut, Kalimantan Selatan sebelum menggunakan lampu untuk penerangan di kebun buah naga hanya panen pada musim berbuahnya saja, kualitas buah nya pun tidak sebagus saat menggunakan lampu penerangan, terlihat kecil dan jumlah buahnya tidak banyak.

Baca juga :

Komisi II DPRD Kalsel Tekankan Ketepatan Penggunaan Anggaran 2027

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Setelah menerapkan lampu penerangan, dari 1 hektar lahan yang dikelola produktivitas mereka meningkat, dari 100 kg setiap kali panen, menjadi lebih 200 kg per masa panen.

Alhasil pendapatan pun melejit dua kali lipat dari sekali panen yang dulu hanya menghasilkan laba Rp 1,4 juta, sekarang melesat menjadi Rp 3,5 juta dalam sekali panen.

Bahkan dirinya mengungkapkan kebun buah naga miliknya bisa panen 3 bulan sekali.

“Ini termasuk buah naga yang berbuah di luar musim, dengan harga rata-rata tahunan 14 ribu rupiah per kilogram,” ujarnya.

Suhardianto merupakan generasi awal petani buah naga di Desa Kait-kait, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut.

Diakui Suhadianto, dirinya mencoba peruntukan bertanam buah Naga mengikuti jejak keluarganya yang juga sama bertani buah naga namun di desa asalnya yaitu Banyuwangi, Jawa Timur, aejalan berjalannya waktu, petani buah naga di desa tersebut terus bertambah.

Segar dan ranumnya buah naga membuat masyarakat kesengsem, namun di saat permintaan terus tumbuh, produktivitas tanaman buah naga masih rendah, sehingga tidak bisa memenuhi permintaan pasar.

Suhardianto pun tak tinggal diam, dirinya terus mengasah pengetahuannya terhadap budidaya buah naga dengan belajar secara otodidak, dan mencoba strategi baru dengan penggunaan penerangan secara intensif pada kebun buah naga yang dipelajarinya melalui konten media sosial, alhasil upaya yang dijalankan membuahkan hasil.

Kini konsep tersebut telah di inisiasi oleh Suhardianto kepada seluruh anggota Tani Makmur agar budidaya buah naga didesanya dapat berkembang secara optimal.

Dengan penerapan konsep yang dia bagikan, produksi Buah Naga didesa kait-kait kabupaten tanah laut mengalami peningkatan panen buah bahkan diluar musimnya.

Meski ada biaya investasi yang harus dikeluarkan diawal pemakaian, namun Suhardianto memastikan bahwa biaya itu masih lebih rendah dari hasil penjualan buah naga, kini ia memiliki 1 hektar lahan buah naga yang dikelolanya.

Melihat potensi tersebut, PLN pun merespons dengan memberikan Kerjasama program TJSL dengan bantuan budidaya kebun buah naga menggunakan penerangan.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa kemudahan pemasangan jaringan listrik dan bohlam khusus untuk buah naga, kerjasama tersebut telah berjalan selama 7 bulan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Muhammad Joharifin mengatakan, pihaknya siap mendukung kemajuan petani dengan beralih menerapkan pertanian modern melalui program Electrifying Agriculture.

Karena menurutnya, program PLN ini mampu meningkatkan produktifitas buah naga dan telah dibuktikan sendiri oleh petani buah naga.

“Kami siap mendukung pengembangan sektor pertanian modern melalui program Electrifying Agriculture, hal ini terbukti dapat memberi manfaat peningkatan terhadap budidaya buah naga sehingga mampu memberikan kesejahteraan dan memberikan harapan baru bagi petani buah naga,” tuturnya dalam keterangannya.

Program Electrifying Agriculture PLN diharapkan Muhammad Joharifin dapat membawa pertanian Indonesia semakin maju, modern dan mandiri kedepannya.

“Kami berharap program ini bisa menyokong sektor pertanian nasional, serta membawa kesejahteraan bagi para petani,” tutupnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Komisi II DPRD Kalsel Tekankan Ketepatan Penggunaan Anggaran 2027

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?