Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Sebelum Dugaan Penganiayaan, Kondisi Anak Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa Banjarbaru Sangat Memprihatinkan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Sebelum Dugaan Penganiayaan, Kondisi Anak Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa Banjarbaru Sangat Memprihatinkan

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 13 Januari 2023, 19.36
Share
20230113 121346
Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa Banjarbaru, yang disegel oleh Satpol PP setempat, karena dugaan penganiayaan terhadap anak asuh. (Foto: ariandi)
SHARE

TERAS7.COM – Kasus dugaan penganiayaan terhadap anak asuh oleh pengelola Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa Kota Banjarbaru, belakangan ini turut menghebohkan publik.

Pasalnya, sebanyak 6 anak asuh di Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa yang berlokasi di Jalan Pangeran Suriansyah Ujung Kelurahan Komet ini, diduga menjadi korban penganiayaan oleh pengelolanya sendiri.

Buntut dari kasus ini, Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa terpaksa harus disegel dan dihentikan aktifitasnya oleh Pemerintah Kota Banjarbaru, dan terduga pelaku sekarang tengah diperiksa oleh kepolisian setempat.

Terkait kasus ini, Lurah Mentaos Zulhulaifah mengatakan, dirinya bersama perangkat kelurahan, dalam setahun ini sudah 2 kali melakukan monitoring ke panti asuhan yang berada di wilayahnya tersebut.

Dalam kunjungan monitoring itu, Lurah Mentaos mengaku mendapatkan sambutan yang hangat dari pengelola Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa Banjarbaru.

Baca juga :

Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Akan tetapi, sambutan hangat dari pengelola ini berbanding terbalik dengan laporan dari masyarakat sekitar terkait adanya penganiayaan yang terjadi di panti asuhan tersebut.

20230113 111956
Lurah Mentaos, Zulhulaifah. (Foto: ariandi)

“Kurang lebih satu tahun saya disini, kami bersama perangkat kelurahan memang memonitor, ada 2 kali kunjungan kesana, dan disambut dengan baik, tetapi kenyatannya ada laporan dari masyarakat sekitar tentang penganiayaan yang terjadi,” ujarnya. Jumat (13/01/2023).

Waktu pertama kali ke panti asuhan tersebut, Lurah Mentaos mengaku dirinya saat itu mencoba berkomunikasi dengan para anak asuh yang ada di tempat tersebut.

Saat mencoba berkomunikasi, bukannya canda tawa yang dilihatnya, melainkan sikap takut berkomunikasi dengan orang lain, seolah-olah ada tekanan dan ketakutan yang dirasakan oleh anak asuh di panti asuhan tersebut.

“Pertama saya kesana, coba berkomunikasi sama anak panti memang mereka banyak diamnya, banyak tidak nyahut, kaya seolah-olah mereka dalam tekanan, dan ketakutan,” ucapnya.

Lanjut Lurah Mentaos, saat itu para anak asuh yang ditanyainya, hanya menjawab dengan singkat, dan terkesan berulang-ulang, seolah tidak berani berbicara banyak.

“Saat saya nanya ‘sudah makan apa belum nak?‘, katanya ‘puasa’, terus saya tanya ‘sudah dikasih makan sahur apa nggak?, dikasih susu apa nggak’, katanya ‘nggak’, jadi jawaban mereka itu-itu aja,” terangnya.

Lebih parahnya lagi, menurut penglihatannya saat itu, kondisi mental dan fisik anak asuh yang ada di panti asuhan tersebut, tampak seperti sangat memprihatinkan.

“Saat itu saya lihat kondisi anak, dari segi mental kelihatan tertekan karena tidak banyak ngomong, dari segi kesehatan pun juga terlihat, karena seperti kurang gizi,” ungkapnya.

Adapun untuk saat ini, anak panti yang menjadi korban dugaan penganiayaan oleh pengelolanya sendiri tersebut, sudah dipindahkan ke panti asuhan lain di daerah Banjarbaru, guna mendapatkan tempat aman dan perlindungan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBPMP2A) Kota Banjarbaru, Sri Lailana.

“Anak-anaknya kami pindahkan ke Panti Asuhan lain yang masih di Daerah Kota Banjarbaru, untuk mendapatkan tempat perlindungan yang aman, yang tidak bisa kami sebutkan nama panti asuhannya,” tandasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
IMG 20260808 121847 1
Ancaman Penggusuran Rumah Pengaruhi Psikologis Anak Nana, Emi Lasari Upayakan Pendampingan
8 Agustus 2026, 18.23
Compress 20260809 155651 1875 1024x576 1
Bukan Sekadar Temu Sapa, Supian HK Sebut Silaturahmi Menag RI Momentum Jaga Kerukunan di Kalsel
10 Agustus 2026, 10.29
IMG 20260814 152305
Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Hadir sebagai Ikon Religi Baru Kalimantan Selatan
14 Agustus 2026, 15.26
IMG 20260817 193804
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bupati Tanah Bumbu Apresiasi Jasa Veteran dan Seniman
17 Agustus 2026, 19.43

You Might Also Like

Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?