TERAS7.COM – Untuk memberikan pelayanan yang merata kepada masyarakat khususnya warga lanjut usia (Lansia) di wilayah pelosok, Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Tebing Tinggi memerlukan waktu berjam-jam agar bisa sampai ke tujuan.
Kecamatan Tebing Tinggi sendiri bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar satu jam dari pusat kota Paringin. Ada beberapa desa yang masuk dalam kategori daerah terpencil yaitu Desa Ajung, Desa Kambiyain dan Desa Dayak Pitap.
Seperti Desa Ajung sendiri bahkan memiliki anak desa Nanai yang sulit untuk ditempuh namun terdapat cukup banyak warga yang membutuhkan layanan kesehatan untuk Lansia.
Norhaida selaku Bidan Koordinator dan Syahruraji sebagai Pamong Inovasi di Puskesmas Tebing Tinggi, mengatakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepala Lansia di daerah terpencil biasanya karena adanya laporan dari aparat desa bahwa ada Lansia yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Anak desa Nanai misalnya yang cukup sulit ditempuh karena akses jalan yang sulit. Nakes hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun rida empat sampai ke Desa Ajung, untuk melanjutkan ke Nanai harus jalan kaki sekitar tiga jam perjalanan,” ujarnya, Kamis (8/6/2023).
Ia juga mengungkapkan pernah sampai lima jam sampai tujuan karena sungai yang harusnya diseberangi meluap, hingga akhirnya harus memilih jalan memutar.
“Namun saat ini sudah ada jembatan yang bisa dilewati, sehingga tidak perlu menyeberang sungai yang setinggi pinggang atau dada orang dewasa,” ungkapnya.
Salah satu pasien dari Anak Desa Nanai Huad, mengeluhkan sakit kaki dan tak bisa berjalan, mendapatkan beberapa kali pelayanan kesehatan dan membantu meringankan rasa sakit yang dirasanya.
Puskesmas Tebing Tinggi sendiri memiliki program inovasi yaitu Layanan kesehatan Terpencil Bagi Lansia Ke Rumah atau disingkat dengan “Lake Acil Lamah”.
“Lake Acil Lamah merupakan sebuah inovasi dari UPTD Puskesmas Tebing Tinggi terkait pelayanan Kesehatan untuk usia lanjut yang berada di daerah terpencil dalam keadaan sakit dan tidak sanggup untuk mendatangi fasilitas Kesehatan,” ujarnya.
Layanan kesehatan Lansia yang dilaksanakan setiap bulan melalui UKBM Posyandu lansia di masing-masing desa yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan UPTD Puskesmas Tebing Tinggi bersama kader posyandu lansia telah berjalan rutin dalam pelaksanaanya.
Dalam implementasinya kegiatan layanan kesehatan lansia melalui Posyandu Lansia di masing-masing desa terutama akses yang sulit atau terpencil masih terdapat kendala yang dihadapi terutama dalam kunjungan rutin.
Pembuat Inovasi Lake Acil Lamah, Sudarto mengatakan dengan adanya inovasi ini maka dalat terkumpul data lansia melalui kader posyandu Lansia, Pelaksanaan terfokus pada lansia yang tidak bisa berjalan, tidak ada anggota keluarga yang mengantar ke faskes dan daerah sulit atau terpencil.
Dengan adanya inovasi ini juga terbentuknya tim layanan kesehatan kegiatan.
“Keunggulan atau kebaharuan dari Pelayanan kesehatan akses terpencil adalah semua lansia bisa terdata dan bisa mendapatkan hak layanan kesehatan secara optimal walaupun akses yang sulit,” ujarnya.