Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Aktivis se-Kalsel Kecam Kadisdik Madun: Copot Jabatannya, Kembalikan Marwah Pendidikan!
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Aktivis se-Kalsel Kecam Kadisdik Madun: Copot Jabatannya, Kembalikan Marwah Pendidikan!

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 20 September 2024, 12.46
Share
IMG 20240919 163300
Kegiatan Rembuk Aktivis Banua di Hotel Roditha Banjarbaru. (Foto: ariandi)
SHARE

TERAS7.COM – Para aktivis berkumpul menyuarakan kecamannya terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun.

Kecaman ini buntut dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan Kadisdik Kalsel Muhammadun terhadap seorang aktivis beberapa waktu lalu.

Pertemuan yang digelar di Hotel Roditha Banjarbaru itu, dihadiri aktivis senior Kalsel, seperti Anang Rosadi Adenansi, Aliansyah, hingga Badrul Ain Sanusi, Kamis (19/09/2024).

Ketua Gerakan Jalan Lurus Kalsel, Anang Rosadi menyampaikan pandangannya di awal acara. Ia mengkritik keras perilaku yang dinilainya tidak pantas dari seorang pimpinan dinas, apalagi yang membawahi sektor pendidikan.

“Tidak sepantasnya seorang pimpinan bersikap layaknya preman dengan mengeluarkan ucapan-ucapan arogan, apalagi mengancam dengan ajakan duel kepada aktivis Kalsel. Ini sikap yang sangat tidak terpuji,” tegas Anang Rosadi.

Baca juga :

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Maka dari itu, Anang Rosadi mendesak Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang akrab disapa Paman Birin, untuk segera menindaklanjuti kasus ini.

Jika tidak ada tindakan tegas dari gubernur, Anang Rosadi mengusulkan perubahan panggilan bagi gubernur menjadi “Paman Madun” sebagai bentuk sindiran terhadap sikap yang dianggapnya pengecut.

Di sisi lain, Badrul Ain Sanusi Al Afif, Ketua Parlemen Jalanan, menyoroti posisi Kepala Dinas Pendidikan yang seharusnya menjadi teladan bagi dunia pendidikan.

Namun, tindakan yang tidak profesional dan melanggar etika, menurutnya, telah mencoreng marwah pendidikan di Kalsel.

“Kepala Dinas adalah pucuk dari dunia pendidikan. Jika tindakan tidak profesional ini dibiarkan, akan membawa dampak buruk bagi dinamika pendidikan di Banua. Gubernur harus segera mencopot Kadisdik untuk mengembalikan marwah dunia pendidikan,” ujar Badrul.

Selain itu, Badrul juga menyinggung kasus Amalia, tenaga pendidik yang dikabarkan mendapat ancaman terkait permasalahan ini.

Badrul menegaskan bahwa sekolah tempat Amalia mengajar tidak perlu takut, mengingat statusnya sebagai sekolah swasta yang tidak berafiliasi langsung dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel.

“Kami menuntut hak Amalia sebagai pendidik segera dikembalikan. Jika sekolah takut, ini menunjukkan ada kejanggalan. Gubernur harus tegas dan segera mencopot Madun dari posisinya,” tambahnya.

Para aktivis memberikan tenggat waktu tiga hari bagi Gubernur Kalsel untuk merespons tuntutan mereka.

Jika tidak ada tindakan, mereka berencana menggelar aksi besar-besaran untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

Perkembangan terkait pertemuan ini terus dipantau, dengan banyak pihak berharap agar persoalan ini segera mendapat perhatian serius dan diselesaikan demi menjaga kondusifitas dunia pendidikan di Kalimantan Selatan.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260817 193804
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bupati Tanah Bumbu Apresiasi Jasa Veteran dan Seniman
17 Agustus 2026, 19.43
23af2781 1846 4430 a6f8 38bcdfcd3516
Mafia Tanah Dituntut Ringan Oleh Kejaksaan HSS?
19 Agustus 2026, 11.28
ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
IMG 20260828 WA0018
Wali Kota Lisa Murka! UGD Puskesmas Sungai Ulin Diduga Kosong saat Pasien Kritis Butuh Pertolongan
28 Agustus 2026, 11.11
IMG 20260828 WA0022 e1787888367224
Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!
28 Agustus 2026, 11.40

You Might Also Like

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Andi Irmayani Tekankan Pentingnya Adab ke Siswa Sekolah Rakyat Tanah Bumbu

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?