Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Alarm Bahaya! Kasus Kanker Bisa Naik 70 Persen di 2050, Kemenkes Ajak Perkuat Deteksi Dini
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Alarm Bahaya! Kasus Kanker Bisa Naik 70 Persen di 2050, Kemenkes Ajak Perkuat Deteksi Dini

Tim Redaksi
Tim Redaksi 8 Februari 2025, 20.27
Share
IMG 20250208 202415
Ilustrasi kanker. (Foto: Pixabay)
SHARE

TERAS7.COM – Kasus kanker di Indonesia terus meningkat dan diprediksi melonjak lebih dari 70 persen pada 2050 jika pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat.

Tanpa intervensi yang efektif, beban kanker akan semakin besar, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun dampak ekonomi.

Apalagi saat ini, Indonesia mencatat sekitar 400 ribu kasus kanker baru setiap tahun, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, tetapi juga tantangan sosial dan ekonomi yang kompleks.

“Biaya pengobatan yang tinggi, hilangnya produktivitas, serta dampak psikologis bagi pasien dan keluarga menjadi tantangan besar yang harus ditangani. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat kanker,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Baca juga :

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Kabut Asap Picu Kenaikan Kasus ISPA, Dinkes Kalsel Fokus Lindungi Kelompok Rentan

Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Fakultas Kedokteran Gigi ULM Bersama PDGI Gelar Bakti Sosial

Sayangnya, di Indonesia, banyak pasien baru terdiagnosis kanker dalam kondisi stadium lanjut. Akibatnya, peluang keberhasilan pengobatan menurun, sementara biaya perawatan meningkat.

Padahal, hingga 50 persen kasus kanker bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, tidak merokok dan menghindari alkohol, serta enjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala

Sebagai upaya menekan angka kasus kanker, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker 2024-2034. Salah satu fokus utama dalam program ini adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap skrining dan deteksi dini.

Rumah Sakit Kanker Dharmais, sebagai pusat kanker nasional, mengembangkan layanan skrining berbasis risiko melalui inovasi I-Care (Indonesia Cancer Risk Examination).

Teknologi ini memungkinkan deteksi dini risiko kanker menggunakan pemeriksaan genetik melalui sampel darah, yang dapat mengidentifikasi risiko kanker payudara, kolorektal, lambung, prostat, dan paru-paru.

Selain itu, skrining kanker serviks kini lebih efektif dengan metode HPV DNA, yang memiliki sensitivitas lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menggelar skrining kanker serviks gratis selama Februari di seluruh Puskesmas bagi perempuan yang sudah menikah.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, kanker payudara dan kanker serviks masih menjadi jenis kanker dengan kasus tertinggi di Indonesia.

“Oleh karena itu, akses masyarakat terhadap layanan skrining harus diperluas agar deteksi dini bisa dilakukan lebih masif,” ujarnya.

Pemerintah juga terus mendorong vaksinasi HPV bagi anak perempuan usia 11-12 tahun untuk mencegah kanker serviks sejak dini. Program ini telah menjadi bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan cakupannya terus diperluas.

Selain pendekatan medis, peran serta masyarakat dalam mendukung pencegahan dan pengobatan kanker sangat penting. Stigma terhadap pasien kanker masih menjadi tantangan dalam deteksi dini dan pengobatan.

Oleh karenanya, dukungan moral, empati, dan kepedulian dari lingkungan sekitar sangat dibutuhkan agar pasien dapat menjalani perawatan dengan lebih baik.

“Jangan menunggu sakit untuk peduli terhadap kesehatan. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Mulailah dengan pola hidup sehat dan rutin lakukan pemeriksaan kesehatan,” kata drg. Ani Ruspitawati.

Peringatan Hari Kanker Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kanker bisa dicegah dan dideteksi lebih awal. Dengan skrining rutin, pola hidup sehat, serta kolaborasi berbagai pihak, angka kejadian dan kematian akibat kanker dapat ditekan secara signifikan.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

20260721 095341
Bibit Pemain Sepak Bola Siap Berlaga Diajang GSI Asahan 2026
20 Juli 2026, 17.54
IMG 20260720 222408
Dugaan Korupsi Seret Dinkes Kabupaten Banjar, Kejari Geledah Kantor dan Sita 48 Dokumen
20 Juli 2026, 22.34
b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48

You Might Also Like

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Kabut Asap Picu Kenaikan Kasus ISPA, Dinkes Kalsel Fokus Lindungi Kelompok Rentan

Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Fakultas Kedokteran Gigi ULM Bersama PDGI Gelar Bakti Sosial

Usung Akreditasi Unggul, ULM Canangkan Program Dokter Gigi Spesialis

Kembangankan Nusantara Living Laboratory, ULM Jalin Kerjasama Dengan Otorita IKN

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?