Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Anggota DPRD Banjar Nilai Penangan Stunting Kurang Integrasi Antar Instansi
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Anggota DPRD Banjar Nilai Penangan Stunting Kurang Integrasi Antar Instansi

Tim Redaksi
Tim Redaksi 21 Juni 2024, 16.00
Share
IMG 20240621 WA0037 e1718935932699
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar H Muhammad Iqbal atau sapaan akrabnya H Ibank dari Komisi IV
SHARE

TERAS7.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar H Muhammad Iqbal atau sapaan akrabnya H Ibank dari Komisi IV mengungkapkan bahwa dalam rapat dengar pendapat sebelumnya Rabu, 19/06/24) jelas sekali kurangnya koordinasi, informasi dan kerjasama dinas atau instansi terkait terkait stunting di kabupaten Banjar.

Ia menjelaskan bahwa sangat penting koordinasi dalam menangani stunting, itu dapat dilihat dengan indikasi kuat dari pemaparan dan presentasi mereka mengutamakan dinasnya masing-masing dan kurang fokus pada penanganan Stunting, tidak transparan dan akuntabel serta adanya tumpang tindih/overlapping.

Selain itu juga, ketidakhadiran dari ketua dan sekretaris Tim Penanggulangan Penanganan Stunting (TPPS) dalam Rapat dengar pendapat bersama dengan komisi II dan IV menjadi tolak ukur keseriusan penanganan Stunting di Kabupaten Banjar.

“Ada 1 pertanyaan ulun lontarkan tetapi tidak ada yang bisa menjawabnya yaitu apa yang telah diberikan kepada Keluarga Rawan Stunting atau KRS sebanyak 31.354 pada tahun 2023?,” tuturnya.

Ia meneruskan, belum lagi KRS keluarga yang memiliki Baduta, KRS Keluarga memiliki Balita, KRS tidak memiliki air minum layak, KRS tidak memiliki jamban layak, KRS Pra Sejahtera bagaimana Pemerintah Daerah dengan anggaran yang besar tersebut apakah sdh memberikan bantuan yang semestinya?

Baca juga :

3 Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Tanah Bumbu dalam Sehari, 10 Hektare Terdampak

Bunda PAUD Tanah Bumbu Kenalkan Sayuran dan Pola Makan Sehat Sejak Dini

Andi Irmayani Tekankan Pentingnya Adab ke Siswa Sekolah Rakyat Tanah Bumbu

“Seharusnya penganggaran dan peruntukannya harus konkret yaitu lebih banyak untuk bantuan langsung telur, ikan, daging, sayur, dan makanan bergizi yang diberikan ke yang stunting. Sebab, bahan-bahan tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukannya rapat,” ucap H Ibank

H Ibank juga menjelaskan bahwa salah satu program Presiden terpilih 2024 Pa Prabowo Subianto yaitu berbagi makanan ditujukan kepada ibu hamil dan susu kepada anak-anak agar gizi bagi mereka terpenuhi.

“Selama ini ulun sebagai kader dari Partai Gerindra juga turut serta berbagi makan kepada masyarakat dengan Program Berkah semenjak tahun 2015,” sebutnya.

Politis yang juga mendaftar sebagai bakal calon yang maju di Pilkada Kabupaten Banjar ini berharap penanganan Stunting harus melibatkan dan bersama-sama dinas terkait sampai ke perangkat desa dan jangan ada lagi tumpang tindih bantuan.

Data hasil berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) bulan Mei 2024  23,78 % apakah sesuai dengan fakta di lapangan?karena keterkaitannya dengan pro aktifnya posyandu di desa.

Ketika mau memaksimalkan hasil keakuratan data dari EPPGBM maka posyandu harus ada dan aktif di semua desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) posyandu harus cepat tanggap mendata seluruh masyarakat Kabupaten Banjar dengan proaktif.

“Harus dengan cara door to door dan juga pemerintah harus memberikan perhatian atau juga memberikan reward kepada KPM yang bekerja keras dengan maksimal di lapangan langsung bersentuhan dengan masyarakat,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
5 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

3 Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Tanah Bumbu dalam Sehari, 10 Hektare Terdampak

Bunda PAUD Tanah Bumbu Kenalkan Sayuran dan Pola Makan Sehat Sejak Dini

Andi Irmayani Tekankan Pentingnya Adab ke Siswa Sekolah Rakyat Tanah Bumbu

Kunjungi Sekolah Rakyat, Andi Irmayani Dorong Budaya Membaca untuk Bentuk Karakter Anak

Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?