TERAS7.COM – Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini menjadi ajang refleksi sekaligus kebangkitan semangat generasi muda di Kabupaten Banjar. Ketua DPD KNPI Banjar yang juga Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Rahmat Saleh, menegaskan bahwa pemuda harus hadir sebagai motor penggerak perubahan, bukan sekadar penonton pembangunan.
“Sumpah Pemuda bukan hanya seremoni tahunan, tapi momentum untuk membangkitkan kembali semangat juang kaum muda. Pemuda Banjar harus berada di garda terdepan, mendukung dan mengawal pembangunan daerah,” ujar Rahmat saat menyampaikan sambutan di acara peringatan Hari Sumpah Pemuda, baru-baru ini.
Dalam kegiatan tersebut, KNPI Banjar turut memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh lintas agama, sosial, politik, dan budaya yang dinilai berperan besar menjaga kerukunan dan kemajuan daerah.
Rahmat menyebut, penghargaan itu bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan simbol kolaborasi antar-elemen masyarakat.
“Ke depan, KNPI tidak hanya menjadi pelengkap, tapi pencipta sejarah. Kita ingin Banjar yang lebih maju, mandiri, dan agamis,” tegasnya.
Menurutnya, KNPI akan terus berperan sebagai “support system” pemerintah daerah, namun tetap menjadi penyeimbang yang kritis dan konstruktif.
“Pemuda jangan hanya rebahan. Harus aktif, peduli, dan peka terhadap kondisi sosial. Tugas kita bukan menunggu perubahan, tapi menciptakannya,” tambah Rahmat.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Ali Syahbana, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, menilai semangat Sumpah Pemuda harus dijadikan tonggak kebangkitan baru bagi anak muda di era modern.
“Pemuda jangan hanya melengkapi sejarah, tapi menjadi pencipta sejarah. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun Indonesia yang besar dan bermartabat,” ujarnya.
Ali menegaskan, pemuda perlu memiliki pemikiran kritis serta aksi nyata agar kontribusi mereka benar-benar terasa. Ia berkomitmen bersama KNPI untuk terus melakukan edukasi dan pendampingan terhadap generasi muda Banjar.
“Kami akan terus mendorong dan mengedukasi pemuda agar lebih inovatif, kreatif, dan berdaya saing. Pemuda harus bergerak bersama, bukan hanya diajak bicara, tapi diajak berbuat,” pungkasnya.