TERAS7.COM – Aruh Karasmin Pahuluan yang digelar di Desa Muara Ninian, Kecamatan Juai, selama dua hari mulai Jumat (03/07/2026), menjadi salah satu upaya melestarikan budaya Banjar sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Kegiatan yang diinisiasi Sanggar Bulian Anum bersama Forum Komunikasi Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Kalimantan Selatan (FKPMIB Kalsel) tersebut diisi dengan berbagai agenda, mulai dari seminar, workshop, hingga pertunjukan seni yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, Aidinnor, mengatakan pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama, terutama dalam memperkenalkannya kepada generasi penerus.
“Tantangan terbesar adalah bagaimana budaya ini bisa kita kenalkan kepada generasi penerus. Ajak anak-anak kita hadir dan terlibat dalam setiap persiapan kegiatan Karasmin ini,” ujarnya.
Menurut Aidinnor, tradisi Karasmin tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat Banjar di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua FKPMIB Kalimantan Selatan, Ahmad Juliansyah, menjelaskan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Ia mengatakan rangkaian kegiatan meliputi seminar tentang Rumah Batu sebagai cagar budaya di Muara Ninian, workshop tradisi Batimung, peluncuran buku Apuah Banua oleh Dewan Kesenian Balangan, penampilan tari Sanggar Bulian Anum, hingga pementasan teater sebagai puncak acara.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini masyarakat semakin teredukasi untuk menjaga dan melestarikan budaya serta cagar budaya yang dimiliki daerah. Jika tidak diwariskan dan dilestarikan, tradisi ini dikhawatirkan akan hilang di tengah perkembangan zaman yang serba digital,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, pelestarian budaya tidak hanya diwujudkan dalam bentuk pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk memperkuat identitas lokal serta menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya daerah.