TERAS7.COM – Sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan di masa kepemimpinan Bupati Banjar, H. Khalillurrahman selain pembangunan di bidang kesehatan dan infrastruktur.
Namun pembangunan bidang pendidikan yang gencar dilaksanakan ini tidak dirasakan oleh SDN Sungai Pinang Lama, hal ini terlihat dari minimnya fasilitas standar belajar dan mengajar di sekolah tersebut.
SDN Sungai Pinang Lama berada di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar ini kondisi bangunannya sangat memprihatinkan, dimana lantainya sudah tidak layak dan berlubang, kerap kali membuat siswa terperosok.

Selain itu halaman sekolah pun dipenuhi ilalang dan tergenang air saat musim hujan membuat kesan seolah-olah sekolah ini sudah tidak ditempati lagi untuk aktivitas belajar dan mengajar.
Bahkan saat awak media menuju ke lokasi pada Senin (24/2), para murid SDN Sungai Pinang Lama tidak dapat melaksanakan upacara bendera seperti biasanya, karena halaman masjid yang biasa digunakan menjadi upacara bendera sedang direnovasi, jauh dari kesan nyaman sebagai tempat menimba ilmu.
Salah seorang wali murid, Nursehat mengatakan dirinya sering menemui para murid bahkan anaknya sendiri terperosok saat berjalan di depan teras kelas, lantaran kondisinya yang berlubang-lubang.

“Saya khawatir karena terasnya ini sudah berlubang. Kadang sampai ada anak yang terperosok. Kita cuma bisa berharap ada perbaikan,” katanya.
Selain teras depan kelas yang berlubang-lubang, kondisi serupa juga terlihat di dalam kelas yang aktif digunakan untuk belajar dan mengajar, akan tetapi sedikit lebih mengkhawatirkan karena dari lubang-lubang tersebut menjuntai kawat yang bisa melukai para murid SDN Sungai Pinang Lama.
Tidak hanya itu, kondisi meja dan kursi yang telah lapuk termakan usia membuat para murid di salah satu kelas terpaksa melakukan aktivitas belajar di lantai.

Salah seorang guru, Masnur mengatakan dirinya merasa lebih aman agar muridnya belajar di lantai karena kondisi meja dan kursi yang lapuk dan hampir roboh lebih membahayakan jika dipergunakan.
“Lebih baik mereka belajar di lantai. Kalau pakai meja dan kursi takutnya ada yang terjatuh karena meja dan kursinya sudah lapuk,” ungkap Masnur.
Masnur berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan segera merenovasi sekolah tempatnya mengajar.
“Kita hanya bisa berharap, semoga ada perhatian dari Pemerintah juga pihak lain yang tergerak hatinya dengan keadaan sekolah kami,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, Maidi Armansyah saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (25/2) menjelaskan SDN Sungai Pinang Lama sudah diajukan dan sudah ditindaklanjuti untuk di rehab menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Rehab sekolah tersebut sudah diajukan dan di data dapodik, sekolah tersebut memang rusak. Akan tetapi dari hasil verifikasi pihak kementerian, sekolah tersebut hanya mendapatkan bantuan rehab wc sekolah saja,” katanya.
Karena itu pemerintah daerah ujar Maidi Armansyah akan melakukan penganggaran rehab sekolah tersebut melalui jalur cepat, yaitu di perubahan APBD 2020.
“Jalur paling cepat untuk perbaikan kita programkan di anggaran perubahan nanti atau pada APBD ahun 2021. Dalam anggaran tersebut perbaikan ruang kelas yang akan lebih diutamakan, karena itu kita akan minta Kasi Sarpras untuk meninjau lagi ke lapangan,” terangnya.
Untuk pengadaan mobiler atau meja dan kursi baru tambah Maidi sudah jauh-jauh hari di programkan dan sudah bisa disalurkan ke sekolah tersebut tahun ini.
“Kalau halaman, bukan hanya SDN Sungai Pinang Lama saja, tapi ada beberapa sekolah yang meminta unntuk dilakukan pengurukan dan sebagainha. Kita bertahap akan melakukan hal tersebut, tapi kita utamakan yang urgen terlebih dahulu. Bahkan ada beberapa sekolah yang tak punya halaman, karena itu kita meminta pada salah satu Korwil untuk melakukan negosiasi pengadaan tanah, kita yang mempersiapkan anggarannya,” jelasnya.